Home » » Petugas Dinsos Telusuri Anak Tertidur di ATM yang Viral

Petugas Dinsos Telusuri Anak Tertidur di ATM yang Viral

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Sabtu, 14 Oktober 2017 | 21.07

Bidikfakta.cim -- Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat menelusuri keberadaan dua orang anak yang tertidur di ATM BNI Pom Bensin Galur, Jakarta Pusat.

Keberadaan dua orang anak itu sempat viral di media sosial dan warga melaporkannya ke akun twitter resmi @DinsosDKI1. Petugas pun segera menindaklanjuti laporan tersebut.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati mengemukakan, petugas telah mendatangi keberadaan anak itu di ATM BNI Pom Bensin Galur, namun anak tersebut tidak ditemukan.

"Satgas Posko Rawasari telah Tindak Langsung (TL) keberadaan dua anak yg sedang tidur itu. Namun target nihil dan akan dipantau kembali oleh petugas," ungkap Susan saat dihubungi pada Minggu (15/10).

Sebelumnya, warga melaporkan adanya dua orang anak yang tidur di ATM BNI Galur melalui medsos. Warga khawatir terjadi sesuatu atau anak tersebut sakit sehingga memerlukan bantuan segera

Pihaknya pun menindaklanjuti laporan tersebut dan menelusuri asal dari dua orang anak yang tertidur itu.

Petugas akhirnya melakukan pencarian dan menanyakan kepada warga sekitar. Ternyata tempat tinggal kedua anak tersebut di daerah Kota Paris RT01/RW06, Galur, Jakarta Pusat.

Kedua anak itu masih memiliki kedua orang tua dan tinggal mengontrak di dekat daerah di mana kedua anak itu tidur.

"Anak yang satu bernama Gusti (4), ayahnya Alex dan Ibunya Wiwin. Anak yang kedua Fitri (7) ibunya Yana dan ayahnya Abdul Qodir. Orang tua dari kedua anak tersebut tinggal di lokasi kost yang sama," terang Susan.

Ia melanjutkan, kedua anak tersebut orang tuanya bekerja sebagai parkir liar dan pengamen. Anak-anak mereka sedang menunggu orang tuanya pulang hingga kelelahan. Mereka pun istirahat di ATM BNI.

Mendengar keterangan itu, petugas memberikan arahan dan teguran keras kepada kedua orang tua mereka. Agar tidak membiarkan anaknya tidur sembarang tempat lagi.

"Kami mengkhawatirkan terjadi ekploitasi atau kekerasan terhadap anak, maka segera kami telusuri keberadaan orang tuanya," kata Susan.
(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM