Home » » PANCASILA BINTANG PENUNTUN INDONESIA

PANCASILA BINTANG PENUNTUN INDONESIA

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Minggu, 07 Januari 2018 | 01.17

Siaran Pers


Merdeka!!!


Pancasila Bintang Penuntun Indonesia


Indonesia merupakan negara yang kaya, bukan hanya alamnya yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote yang terdiri atas 17.504 pulau. Akantetapi, setiap lapisan bumi Indonesia merupakan kekayaan yang membuat bangsa lain iri akan Indonesia. 

Namun, lebih dari itu semua kita Bangsa Indonesia memiliki keberagaman etnis suku, dimana terdapat lebih dari 300 kelompok etnis atau suku bangsa di Indonesia atau lebih tepatnya 1.340 suku bangsa yang melahirkan beragam agama dan budaya. 

faktor-faktor itu semua yang menjadi dasar pemikiran para founding fathers kita hingga akhirnya merumuskan Pancasila sebagai dasar dan bintang pnujuk arah  (falsafah) kita dalam berbangsa dan bernegara. 

Pancasil dilahirkan dengan tujuan mengikat keberagaman tersebut. ~Para Founding Father tidak menghendaki ada etnis suku, agama dan golongan yang menjadi lebih unggul atau lebih rendah.~

Dengan berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, membuktikan bahwa identitas bangsa Indonesia sejak dahulu kala merupakan bangsa yang religius dengan apapun agama dan kepercaannya.

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berarti bangsa Indonesia memiliki rasa kemanusiaan dan adab yang tinggi namun sayang, kini rasa kemanusiaan sedang mengalami degradasi.

Persatuan Indonesia, apapun etnis, suku, agama dan golongan, semua bersatu dalam satu kesatuan, Indonesia, bukan saling memprovokasi hingga akhirnya tercerai-berai dan saling menghanguskan satu sama lain. 

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan, bangsa Indonesia selalu menyelesaikan perbedaan dalam suatu forum yang dinamakan musyawarah, karena musyawarah itu untuk meminimalisir bahkan menyamaman perbedaan hingga tercapai mufakat sebagai win-win solution agar semua pihak tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan, mengedepankan dialog bukan intrik dan kekerasan, itulah demokrasi Indonesia yang sesungguhnya. 

Dan terakhir, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, bukan sama rasa dan sama rata, tapi setiap bangsa Indonesia mendapatkan hak dan kewajibannya sesuai dengan proporsinya, itulah keadilan yang sesungguhnya.



Jansen Marpaung
Ketua DPC Banteng Muda Indonesia Jakarta Pusat
(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM