Home » »

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 03 Januari 2018 | 21.01

Polres Metro Jakarta Barat Ringkus  Penyelundupan 1,3 ton Ganja.


Jakarta,BidikFakta.Com
Polres Metro Jakarta Barat menghentikan penyelundupan 1,3 ton ganja yang melibatkan jaringan antar provinsi di penghujung tahun 2017. Kasus ini terungkap berdasarkan hasil pengembangan perkara yang ditangani Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Maret 2017 di stasiun Gambir, Jakarta Pusat.


"Berdasarkan analisa data IT didapat informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Provinsi Aceh ke Jakarta," kata Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Suhermanto, ketika dikonfirmasi, Kamis (4/1/2018).


Kemudian, tim yang di pimpin langsung oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto dan Kanit I Satresnarkoba AKP Alrasydin Fajri Gani melakukan penyelidikan dengan tehnik surveillance target tersangka Alexandro dan kawan-kawannya yang berangkat dari Jakarta menuju Aceh pada akhir Desember 2017.


Dari hasil investigasi, sesampainya di Aceh Alexandro dan kawan-kawannya menerima narkoba yang dimuat dalam mobil truk box B 9337 TCD. Setelah itu target kembali ke Jakarta melalui jalur darat.


AKBP Suhermanto menjelskan, pada tanggal 31 Desember 2017 sekitar pukul 22.00 WIB, anggota Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menghentikan dan mengamankan truk tersebut yang dikemudikan Franky Alexandro dkk di depan pintu masuk pelabuan Bakauheni, Lampung.


Tim Satres Narkoba Jakbar kemudian mengamankan tersangka dan mobil box di Mako Polres Metro Jakarta Barat untuk kemudian digeledah.


Dalam penggeledahan itu ditemukan paket ganja sebanyak 1.300 paket, yang masing-masing berbobot 1 kg, atau total 1,3 ton.


"Narkotika jenis ganja itu disimpan di balik tumpukan karung arang kayu yang sudah di modifikasi dengan dilapisi baja ringan," ujar AKBP Suhermanto.


Suhermanto menambahkan, berdasarkan pengakuan tersangka barang tersebut di kendalikan oleh dua orang tersangka bernama Rocky dan Rizky.


"Rocky kemudian ditangkap pada Senin (1/1/2018) sekitar pukul 06.00 WIB di Cikarang Barat dan Rizky ditangkap pada hari yang sama pukul 14.00 WIB di Jagakarsa, Jakarta Selatan," ungkap Suhermanto.


Ia melanjutkan, polisi melakukan teknik

controlled delivery (mengontrol pengiriman) kepada kedua pengendali dan didapati penerima paket atas nama Gardawan di Tebet, Jakarta Selatan.


Melalui interogasi di lapangan, narkoba jenis ganja tersebut didapat dari Irwan (sudah masuk daftar pencarian orang/DPO) yang berada di Aceh, dimana jaringan itu juga dikendalikan oleh MUN alias Komandan serta Ilham Maulana.


"Jaringan ini diduga merupakan sindikat narkoba yang mengedarkan narkoba jenis sabu dan ganja antar provinsi, dan sudah beberapa kali melakukan pengiriman dalam jumlah 500 kg dan 950 kg ganja dengan menggunakan mobil boks, serta puluhan kilogram narkoba jenis sabu yang disembunyikan dalam bakleiding mobil APV serta Xenia," tutur AKBP Suhermanto.


Para tersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) Sub 111 ayat (2) Sub 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.
(Eva/IS)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM