Home » » WASPADAI APLIKASI JAHAT

WASPADAI APLIKASI JAHAT

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Sabtu, 06 Januari 2018 | 01.10


Kehadiran smartphone yang beredar di pasaran kian menambah kemudahan pengguna untuk saling bertukar informasi, mencari hiburan, hingga melebarkan sayap bisnis. 

Hal itu tentunya tidak lepas dari beragam aplikasi yang telah tertanam pada smartphone, hingga aplikasi-aplikasi lain yang bisa diunduh di Google Play Store untuk android. 

Di sisi lain, agar aman dari tangan jahil pihak tak bertanggung jawab, smartphone dibekali sederet aplikasi keamanan. Hal ini bertujuan untuk menjaga data para pengguna yang tersimpan di dalam smartphone masing-masing. 

Sayangnya, alih-alih berfungsi sebagai pengaman, puluhan aplikasi keamanan pada smartphone malah bersifat jahat. Aplikasi-aplikasi keamanan itu diam-diam malah digunakan untuk mengumpulkan data pengguna dari perangkat mereka.

Parahnya, tak hanya mencuri data pengguna, aplikasi-aplikasi tersebut juga digunakan untuk menyebarkan intrusive ads di perangkat. Persoalan itu pertama kali ditemukan oleh Trend Micro, salah satu perusahaan keamanan, seperti dilansir dari Softpedia.  

Lantaran hal itu, aplikasi-aplikasi tersebut dihapus oleh Google sekitar sebulan lalu. Sayangnya, tidak diketahui seberapa banyak aplikasi-aplikasi tersebut sudah diunduh oleh pengguna sejak keberadaannya di toko aplikasi Android tersebut.

Lantas, seperti apa tanda-tanda bahwa aplikasi keamanan untuk smartphone yang malah berbahaya bagi para pengguna? 

Mobile Threats Analyst Trend Micro Lorin Wu mengatakan, salah satu tanda aplikasi tersebut bersifat jahat diketahui setelah aplikasi dipasang pada smartphone. 

Biasanya, saat sebuah aplikasi diinstal pada Android, akan ada shortcut di Home atau pada daftar aplikasi. Namun hal ini tak ditemukan pada aplikasi-aplikasi yang terinfeksi malware jahat itu.

Menurut Lorin Wu, aplikasi tersebut malah bersifat tersembunyi dan hanya menampilkan pemberitahuan yang menyertakan peringatan palsu dan meminta pengguna memberikan legitimasi pada aplikasi tersebut.

Selain itu, aplikasi-aplikasi tersebut juga menampilkan animasi palsu tanpa proses sah dan berjalan di background Android. Tujuannya untuk meyakinkan pengguna tentang efisiensi yang dilakukan aplikasi tersebut.
(Eva/Van)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM