Home » » Albothyl Di Tarik Dari Peredaran Pasar

Albothyl Di Tarik Dari Peredaran Pasar

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Kamis, 15 Februari 2018 | 07.22

BPOM mengeluarkan pernyataan resmi agar PT. Pharos Indonesia menarik produk mereka bermerk Albothyl dari peredaran pasar.

"Perintah itu juga diberlakukan ke industri farmasi lain yang pegang izin edar obat dengan kandungan policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat diperintahkan untuk menarik obat dari peredaran selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Pembekuan Izin Edar," tulis pihak BPOM dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam (15/2/2018).

Sesaui dengan arahan BPOM RI, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Riau Mohamad Kashuri juga mengimbau kepada pelaku profesional kesehatan serta masyarakat untuk sementara ini mengentikan konsumsi Albothyl.

"Silahkan gunakan obat lain yang mengandung benzydamine HCl, povidone iodine 1%, atau kombinasi dequalinium chloride dan vitamin C," katanya.

Sementara BPOM RI meminta kepada tenaga profesional yang terima keluhan masyarakat soal efek samping dari penggunaan obat dengan kandungan policresulen, dapat melaporkan kepada BPOM RI melalui website: www.e-meso.pom.go.id.

Untuk diketahui, BPOM RI dengan ahli farmakologi sepakat larang masyarakat gunakan policresulen dalam cairan obar luar konsentrat untuk pembedahan ataupun dipakai ke kulit, termasuk untuk obati sariawan, THT dan vaginal.  Salah satu produk yang mengandung zat tersebut ialah Albothyl.

Menurut BPOM RI, produk ini adalah obat bebas terbatas berupa cairan obat luar yang mengandung zat tersebut. Dan digunakan untuk hemostatik dan antiseptik pada saat pembedahan.

Selain itu, oleh masyarakat sendiri, obat itu sering dipakai untuk kulit, telinga, hidung, tenggorokan (THT), sariawan, gigi dan vaginal (ginekologi).

Atas dasar itu, BPOM belikan izin edar Albothyl dalam bentuk cairan obat luar konsentrat, sampai BPOM menyetujui perbaikan indikasi yang disarankan.

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM