Home » » Fakta Ungkap 5 Kesalahan Bukti Transfer Bank DBS

Fakta Ungkap 5 Kesalahan Bukti Transfer Bank DBS

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 02 Februari 2018 | 01.02

Fakta Sidang Pembobolan Rekening Nasabah Bank DBS Singapura Ungkap 5 Kesalahan Bukti Transfer Bank DBS

Jakarta,BidikFakta.Com

 Sebelumnya Subdit II Dittipideksus Perbankan Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikasi jaringan pembobol Bank milik nasabah Indonesia dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) disertai Pemalsuan dengan modus Transfer Dana Tanpa Hak yang dilakukan sejumlah orang.

Bareskrim Polri telah menangkap tersangka pelaku (wanita) Robiatun (RDS) dimana tersangka telah bertransaksi tanpa seijin dari Pemilik Rekening Bank DBS Singapura.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali mengelar Sidang lanjutan terdakwa ROBIATUN yang berangedakan pemeriksaan saksi, pada Sidang sebelumnya Ferly Kasdi selaku Jaksa Penuntut Umum telah membacakan dakwaan.

Dalam sidang Kedua, Kamis (1/2/2018) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jaksa Penuntut Umum, Ferly Kasdi menghadirkan 4 orang saksi yang merupakan karyawan dari Perusahaan si pemilik Rekening.

Keempat saksi tersebut mengaku tidak mengenal sosok si Terdakwa, Robiatun (RDS) yang diketahui sebagai Direktur PT JERMINGGO GLOBAL INTERNASIONAL.

Saksi 1 (AL) menjelaskan  bahwa perbuatan yang dilakukan terdakwa adalah menerima uang yang tidak dia ketahui pada tgl 29 November 2016. Robiatun menerima dan membuka rekening di Bank BRI atas nama PT JERMINGGO GLOBAL INTERNASIONAL dan menarik dana sebesar 300 ribu US Dolar atau sekitar 4 miliar rupiah.

Saksi baru mengetahui jika keuangan Perusahaan milik Bosnya telah berkurang beberapa hari setelah di ambil oleh terdakwa. Atas kehilangan uang itu, Saksi segera melapor ke kepolisian Republik Indonesia dan Kepolisian Singapura.

Menurut keterangan Saksi 1, pemilik rekening di Bank DBS Singapura, tidak mengetahui jika dananya telah berpindah tangan ke rekening BRI milik PT JERMINGGO. Dalam hal ini, saksi menduga Bank DBS dengan sengaja mengirim dana senilai 300 Ribu US Dolar ke rekening Bank BRI milik PT JERMINGGO, Robiatun yang kemudian mengambil dana tersebut. 

Menurut Saksi, ada 9 transaksi penarikan yang dia anggap illegal dimana si Pemilik rekening tidak mengetahui dan tidak pernah memerintahkan adanya transfer dari Rekeningnya di Bank DBS singapura ke Bank BRI. Hal itu diketahui Saksi 1 dari hasil penelusuran Bareskrim  Polri

Diketahui, setelah mengetahui adanya kebocoran dana di Bank DBS, Saksi 1 segera melapor ke Bareskrim Polri. 

Bareskrim Polri segera melakukan penelusuran dan berhasil menemukan sumber masalah ada pada Bank DBS Singapura yang telah mentransfer dana ke rekening perusahaan sindikat milik Robiatun, PT JERMINGGO GLOBAL INTERNASIONAL dan itu dilakukan tanpa izin nasabah/pemilik rekening yang notabene merupakan Bos dari Saksi 1.

Bareskrim, jelas Saksi 1, tidak saja menemukan adanya aliran dana dari Bank DBS Singapura ke bank BRI saja, namun juga ada 2 aliran dana lainnya ke Hongkong dan Cina.

Ketika pertama kali mengetahui adanya transfer ilegal tersebut, saksi 1 segera menanyakan kepada saksi 2 yang merupakan pemegang kewenangan penarikan dana dari dan ke rekening milik si Bos Pelapor.

Dari hasil bukti tranfer Bank DBS Singapura ke Rekening bank BRI Saksi 1 mengetahui ada 5 kesalahan besar yang dianggap illegal.

Saksi 1 menjelaskan kepada Majelis Hakim adanya 5 kejanggalan dari Bukti Tranfer bank DBS. Dijelaskan Saksi 1, Huruf atau Font dalam bukti tidak sama dengan yang aslinya; Tanda tangan di Copy Paste, letak atau posisinya sama di semua transaksi dan tidak ada bedanya; Barcode juga sama pada 9 transaksi; Bank DBS Tidak mengkonfirmasi pemilik rekening; dan Nomor Fax serta  Email tidak dari Pemilik rekening alias fax dan email orang lain.

"Transaksi tersebut ilegal, tandatangan yang ada dalam bukti tersebut Palsu. Sebab yang berhak mengeluarkan permintaan dan surat menyurat adalah Saksi 2, dan hanya saksi 2 inilah yang dapat mengeluarkan surat penarikan dana." jelas Saksi 1.

Hasil temuan itu segera dilaporkan kepada kepolisian, termasuk melaporkan juga ke Kepolisian Singapura. Menurut Saksi, kasus ini masih dalam penelusuran kepolisian Singapura. 

Senada dengan saksi 1, penjelasan Saksi 3 dan 4 juga sama-sama tidak mengenal sosok Robiatun dan tidak mengetahui serta tidak pernah berhubungan dengan PT JERMINGGO GLOBAL INTERNASIONAL.

Menurut Saksi 3 dan Saksi 4, pihaknya menemukan adanya penyadapan email yang dilakukan sindikat terhadap email yang biasa digunakan saksi 2 untuk mengkonfirmasi jumlah dana dalam rekening Bos mereka di Bank DBS Singapura. Sindikat diduga kuat menggunakan aplikasi tertentu yang mampu masuk ke dalam sistem email Perusahaan milik Bos mereka.

Ke empat Saksi selaku karyawan dari Perusahaan milik si Bos (Pemilik rekening) mengakui adanya kelemahan dalam sistem keuangan mereka. Hal itu diakui langsung oleh Saksi 1 yang menyadari pembobolan Rekening Bos mereka di Bank DBS terjadi sejak November 2016, sementara mereka (Para Saksi) baru mengetahui hal itu pada bulan maret 2017 dan langsung melaporkannya pada Polisi (Bareskrim Polri dan Polisi Singapura).

Kerugian yang dialami pemilik rekening di Bank DBS Singapura ini tercatat lebih dari Rp 25 miliar. 

Penyelidikan masih terus dilakukan Bareskrim Polri dan Kepolisian Singapura, Sejauh ini, Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka baru dari terduga Sindikat Pembobol Rekening yang masuk dalam jaringan Sindikasi pembobol bank Internasional. Dugaan kuat itu mengarah pada penarikan dana dari rekening di Bank DBS yang ditujukan tidak saja ke bank BRI di Indoensia namun juga ke Hongkong dan Cina. 

Diduga kuat adanya oknum petugas Bank DBS Singapura yang ikut "Bermain" dalam sindikasi pembobol Rekening ini. Belum diketahui hasil dari penyelidikan Kepolisian Singapura terkait Laporan Saksi 1 kepihak Mereka.  Demikian jaringan sindikat dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) disertai Pemalsuan dengan modus Transfer Dana Tanpa Hak yang dilakukan para terduga.

WENDRA RAIS, SH. MH selaku ketua majelis hakim nenanyakan kepada terdakwa ROBIATUN " benar itu rekening BRI milikmu, kamu tau kapan waktunya mentansfer kerekening BRI milikmu " Ya, yg mulia, yang saya ingat waktu saya masih di luar negeri jawab Terdakwa ROBIATUN. di luar negeri jawab Terdakwa Rabiatun
(Eva/Monty/TIM)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM