Home » » Polres Metro Tangerang Gerebek Tempat Pengoplosan Gas Elpiji

Polres Metro Tangerang Gerebek Tempat Pengoplosan Gas Elpiji

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 02 Februari 2018 | 01.47

Tangerang,BidikFakta.Com

 Polres Metro Tangerang  menggerebek sebuah rumah di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pasalnya, rumah tersebut dijadikan tempat pengoplosan gas elpiji.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, modus operasi yang tersangka gunakan adalah memindahkan isi gas bersubsidi ke dalam tabung gas nonsubsidi. Ribuan tabung gas elpiji berbagai ukuran berhasil diamankan petugas dilokasi penggerebekan.

"Ada 1.300 tabung, 500 tabung sudah terisi penuh dan 800 tabung dalam proses penyuntikan. Modusnya gas 3 kilogram dikumpulkan dijadikan satu ke tabung 12 kilogram," ucap Kombes Pol  Harry didampingi Kasat Reskrim AKBP Deddy Supriyadi dilokasi, Jumat (2/2/2018).

Dari penggerebekan ini, petugas  menangkap Chandra alias Roy (33), yang diketahui sebagai pemilik usaha ilegal. Dia diamankan bersama 'dokter', yakni Wanti Purba (45) serta asistennya Diki (24), Ahmad Fauzi (22), dan Soleh (37).

"Ada 5 tersangka diamankan, salah satunya pemilik, 4 pekerja termasuk orang ahli menyuntik," ungkap Kombes Pol Harry.

Kombes Pol Harry menjelaskan, dari praktik ilegal ini, Chandra meraup keuntungan sebesar Rp 50 juta perbulan. Saat ini anggotanya tengah mendalami keterangan para tersangka di Mapolres Metro Tangerang.

"Dari mana gas bersubsidi didapat tersangka, sudah berapa lama beroperasi dan apakah ada keterlibatan agen gas elpiji, ini semua masih kita kejar," ujar Kombes Pol Herry.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi menambah, pengungkapan kasus ini dilakukan atas informasi warga setempat. Saat itu warga sekitar kerap mencium aroma gas elpiji di dekat rumah tersangka.

"Pas memindahkan gas dari tabung subsidi ke nonsubsidi, aromanya kerap tercium warga. Padahal dalam pagar rumah itu hanya ada kandang kambing, tapi tercium aroma gas seperti ada aktivitas pengisian gas," sambung AKBP Deddy.

Informasi itu kemudian ditindaklanjuti, dimulai pengintaian hingga penggerebekan. Pada saat penangkapan terjadi, para 'dokter' itu tengah bekerja memindahkan isi gas bersubsidi ke tabung gas nonsubsidi.

"Kita amankan juga dua unit mobil pickup serta selang regulator yang digunakan untuk memindahkan isi tabung gas," imbuh AKBP Deddy.
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 53 huruf b,c,d, Jo Pasal 23 ayat (2) huruf b,c,d, UU Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi serta Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf b,c,d Jo Pasal 9 ayat (1) huruf d UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Jo Pasal 55 KUHP.

"Adapun hukumannya diatasi 5 tahun penjara dan denda Rp2 miliar," ujar AKBP Deddy.(Eva/Ivan)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM