Home » » Anggota DPRD Batam Teuku Hamzah Husen Protes SOP Bea Cukai Pelabuhan Internasional Batam

Anggota DPRD Batam Teuku Hamzah Husen Protes SOP Bea Cukai Pelabuhan Internasional Batam

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 14 Maret 2018 | 03.09

Suasana dipelabuhan Batam Center sempat gaduh, dikernakan ada pemeriksaan penumpang menggunakan K9 dalam jarak dekat hingga hampir menyentuh para penumpang, begitu juga yang dialami oleh Anggota DPRD Batam Teuku Hamzah Husen dan istrinya, saat tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center pada Selasa (13/3) sore. 





 





Bukan karena ada penemuan narkoba akan tetapi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh petugas keamanan dari Bea dan Cukai di pelabuhan tersebut dalam melakukan pemeriksaan.



Mengingat, SOP yang dilakukan oleh petugas tersebut terbilang arogan dan tidak menunjukkan Batam sebagai Kota yang ramah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.



"Bagaimana saya tidak marah, SOP yang dilakukan oleh Bea dan Cukai di Pelabuhan Internasional Batam Center sangat tidak profesional. Dan menunjukkan arogansinya saat ditegur oleh penumpang yang baru saja turun dari kapal sekitar pukul 17.00 WIB," terang Hamzah yang merupakan kader dari Partai Demokrat saat ditemui awak media Oleh salah satu awak media beserta beberapa media lainnya.



Ceritanya, begitu sampai dipelabuhan seluruh penumpang yang mayoritas wisatawan mancanegara, domestik hinggga pebisnis dari Singapore baru saja tiba. Begitu sampai, semua penumpang diminta berbaris panjang di selasar pelabuhan. 



Selanjutnya, semua barang bawaan penumpang diperiksa oleh petugas dan pasungan K9. Setiap barang yang dibawa tak luput dari aksi "pengendusan" itu.



Ironisnya, tidak hanya mengendus barang bawaan penumpang saja. Akan tetapi petugas Bea dan Cukai mengarahkan pasukan K9 untuk mengendus penumpang dengan jarak yang sangat dekat.



Kondisi inilah yang dipandang sejumlah penumpang sangat keterlaluan. Mengingat hal tersebut, menimbulkan rasa takut para penumpang dan khawatir sampai terkena liur maupun dijilat oleh binatang tersebut.



"Sebagai muslim, terkena jilatan atau air liur binatang "guk-guk" itu kan najis. Terlebih lagi jarak pengendussan yang sangat dekat sekali. kurang dari sejengkal. Bahkan istri saya dan beberapa penumpang yang muslim sampai Khawatir dibuatnya," jelas Hamzah dengan nada tinggi.



Ia juga mengatakan, protes yang diajukannya ke petugas Bea dan Cukai ini bukan bentuk menentang proses pencegahan masuknya narkoba di Batam oleh petugas keamanan. akan tetapi SOP yang diterapkan itulah yang harus diubah, sehingga tidak sampai membuat resah para wisatawan. 



Ia pun setuju dan mendukung program mencegahan narkoba, akan tetapi prosesnya tidak seperti itu. 

"Jika barang bawaan diendus ngak masalah bagi saya, akan tetapi manusia yang juga diendus dengan jarak yang sangat dekat oleh binatang itu yang membuat saya khawatir. Najis !! Kan ada pemeriksaan badan oleh manusia ke manusia. Ataupun alat X-ray badan seperti yang ada di Singapura. Tidak dengan begitu. Profesional lah, Kalian akan membuat dunia pariwisata terpuruk jika demikian," jelasnya.



Ia pun berharap ada perhatian serius dari Instansi terkait untuk mengubah pola kerja mereka yang lebih ramah pada wisatawan.(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM