Home » » Kapolsek Anggana Iptu Baharudin,Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

Kapolsek Anggana Iptu Baharudin,Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Di Bawah Umur

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Minggu, 11 Maret 2018 | 22.14

Usia senja ternyata tidak membuat Selamat alias Ulun (61) semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Alih-alih bertobat serta beribadah, Ulun justru berbuat maksiat.

Pada hari Rabu (07/03/2018) malam, Kakek itu nekat menyetubuhi cewek berstatus murid kelas 5 SD, sebut saja namanya Kembang, berusia (14 tahun), beralamat di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, "Modus pelaku (Ulun, Red) saat beraksi, menyebut korban (Kembang, Red) sedang sakit akibat 'guna-guna'. Jadi harus diobati dengan cara melakukan ritual dimandikan air bunga mawar malam hari.

Ternyata setelah dimandikan, justru korban juga disetubuhi pelaku," - ungkap Kapolres Kutai Kartanegara Kalimantan Timur AKBP Anwa Haidar didampingi Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin kepada media online Bidikfakta.com.

Ya, bermula ketika Ulun datang bertamu ke rumah orangtua Kembang pada Selasa (06/03/2018) sore. Kebetulan saat itu Ulun melihat Kembang, lalu mengatakan jika bocah perempuan itu sedang sakit akibat guna-guna sehingga harus diobati. Ulun mengaku bisa melakukan ritual pengobatan. "Karena tidak mau anaknya menderita, maka orangtua Kembang menurut saran dari Ulun," - kata IPTU Bahar.

Begitu Kapolsek Anggana ini akrab disapa — lagi. Sesuai arahan Ulun, maka orangtua Kembang mempersiapkan air dalam ember sudah dicampur bunga serta tiga lembar papan. Maka ke esokannya atau pada hari Rabu (07/03/2018) menjelang senja, Ulun datang lagi ke rumah orangtua Kembang. Maka malam itu Ulun melakukan ritual memandikan gadis belia tersebut.
Memang, sesuai ritual itu ulah si kakek tidak langsung terungkap. Justru esek-esek itu terkuak ketika Kembang yang selesai dimandikan Ulun, datang ke rumah seorang tantenya untuk bermalam. Saat itu sang tante curiga karena mencium bau minyak wangi ditubuh keponakannya.

"Jadi malam itu tantenya bertanya, kok kamu bau minyak wangi?? Lalu Kembang menjawab, tadi dimandikan Ulun. Kemudian tantenya tanya lagi, gimana ritualnya mandi air bunga mawar itu?? Nah saat itulah Kembang lalu bilang, setelah dimandikan dia lalu disetubuhi Ulun," - jelas IPTU Bahar.

Penuturan Kembang lalu disampaikan kepada sang tante kepada orangtuanya. Karuan saja aksi cabul Ulun tidak bisa diterima. Maka kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Anggana. Setelah menerima aduan orangtua korban, sejumlah Petugas kemudian bergerak. Jumat (10/03/2018) malam, sekira pukul 21:00 Wita, Ulun diringkus Polisi.

"Pelaku sudah ditahan sebagai tersangka. Dia dikenakan Pasal 81 Ayat 1  dan 2 Junto Pasal 76 Huruf d dan Pasal 82 ayat 1 Junto Pasal 76 huruf e Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya pidana penjara diatas 5 tahun," - tegas IPTU Baharuddin, Kapolsek Anggana Polres Kutai Kartanegara Kalimantan Timur.   (Eva / Is)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM