Home » » Membangun Kontruksi Indonesia Yang Berintegritas

Membangun Kontruksi Indonesia Yang Berintegritas

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 06 Maret 2018 | 15.46

Gabungan Perusahaan Nasional Indonesia ( Gapeksindo ) merupakan wadah bagi organisasi perusahaan perusahaan yang khusus bergerak dibidang jasa kontruksi, yang mana meliputi Bidang Sipil. Bidang Arsitektural. Bidang Mekanikal. Bidang Elektrikal dan Bidang Tata Lingkungan.

Ketua Umum Gapeksindo, Ir. Irwan Kartiwan mengatakan, bahwa sektor konstruksi saat ini sudah terdegradasi begitu parahnya. Hal ini disampaikannya kepada wartawan di sela-sela Rakernas Gapeksindo ke XI, yang dilaksanakan di Hotel Merlyn Park Jakarta.

"Jika dibandingkan beberapa puluh tahun lalu, orang bangga saat itu jadi perusahaan jasa konstruksi. tapi jaman sekarang, orang yang kerja diperusahaan jasa konstruksi itu kaya kotoran. Kalau orang bicara kontraktor akan di cap jago korupsi, jago suap dan sebagainya. Nah stigma ini disebabkan oleh karena pengusaha jasa konstruksi itu tidak lagi dikuasai oleh setiap orang. Tapi ruang ini sudah di masuki oleh para politisi".

"Dimulai dari DPR, terus berlanjut ke semua lini. Itulah yang menjadi inspirasi Thema Rapimnas "Membangun Konstruksi Indonesia Yang Berintegritas" pada Rapimnas kali ini" Ucap Irwan di dampingi Sabri Manomang, selaku ketua Panitia Rapimnas.

Selanjutnya Irwan juga menyoroti regulasi kebijakan sistem pembagian kerja, yang didominasi oleh Perusahaan BUMN. "Sementara sektor swasta cuma diberi porsi kerja dengan men sub. Sub itu adalah metode klasik sejak jaman dulu. bgm sektor swasta mau jadi besar, kalau pekerjaan yang besar semua dikelola oleh BUMN" jelas Irwan.

"Sementara yang menengah dan kecil diberikan kepada sektor swasta. itupun disubkon. belum lagi pengenaan pajak ganda yang diberlakukan kepada pengusaha. salah satu contohnya, bahwa bagaimana mungkin untuk proyek pekerjaan yang sama, tapi pajaknya kok bisa ganda.
Tapi jika hal ini dipertanyakan, maka jawabnya itu karena adanya restitusi. Apakah pengusaha itu tau proses restitusi. Kan tidak"ujarnya. dan menambahkan.

"Justru disinilah telah terjadi Liberalisasi dan pemerasan yang begitu luar biasa. Akibatnya perusahaan yang kecil tetap kecil, yang sedang tetap sedang, yang besar makin besar. ungkap Irwan. Perusahaan yang sudah 10 tahun bahkan sukar untuk berkembang bahkan bisa mati. Ini tidak berkeadilan. Kalau mau dibahas tidak cukup dua hari katanya. karena masalah jasa konstruksi ini sudah begitu komplex. sehingga permasalahan ini tidak bisa kita sendiri yang selesaikan. tapi butuh kebersamaan" ujar Irwan.mengakhiri.

 (Eva/Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM