Home » » Peringatan Panca Windu Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas 2018

Peringatan Panca Windu Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas 2018

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 27 Maret 2018 | 19.26

Peringatan Panca Windu Ikatan  Keluarga Alumni  Lemhanas 2018

Bertempat di Balai Samudra Kelapa Gading Jakarta Utara, Hari Senin 26/3/2018 Keluarga dari Alumni Lemhanas mengadakan acara pertemuan reuni yang bertema * Demokrasi Sehat Negara Kuat *.

Dalam acara tersebut, Kami berkesempatan mewarnai Ketua Lemhanas Papua. Emi Enembe mengungkapkan mengenai dana suport lemhanas.

"Alangkah bagusnya kami sebagai anggota Lemhanas biar dipertegas supaya kita bisa menjadi wasit untuk melihat kondisi Pilkada agar supaya pilkada itu aman dan demokratis, itu yang diharapkan, karna banyak orang sebenarnya harus sebagai wasit kalau seakan akan melanggar etika bukti, oleh karna itu kami sebagai anggota lemhanas harus benar benar tegas, jaga dalam perjalanan harus bebas langsung luber bebas dan rahasia.
Di Papua itu ada beberapa sistim yang akan mereka gunakan yaitu sistim komitmen masyarakat, mereka mau kasih kepada siapa, si A..si B. si D karna semua calon calon sama, putera daerah, tergantung mereka liat  pemimpinnya bagus, baik untuk Papua, berarti mereka memberi suara dengan komitmen awal bahwa kami harus kasih. si A, si B, jadi ada .. ada sistem kesepakatan biar yang mau si A siapa, kemudian si B siapa, tinggal hitung..sistim di Papua begitu dan dilakukan oleh petugas, supaya suara tidak hangus." Ujar Emi.

Dikatakan oleh Emi Papua baru dibentuk Lemhanas pada Bulan April tahun 2016 - 2017 melakukan pelantikan Ketua ketua Lemhanas yang terjadi di Papua, kalau yang lainnya itu baru berkembang dilantik dibelakang.
 "Kalau di Papua kami sudah di dahulukan yang dilantik oleh Agung Gumelar, jadi umurnya tidak terlalu lama. Walaupu Lemhanas baru 40 tahun tapi perkembangan ini baru terjadi tahun 2016 pada waktu dilantik" ujarnya

Setelah terjadi pelantikan disana baru yang lain lainnya di lantik belakangannya. 

Lebih lanjut Emi mengatakan. "Kami di lemhanas yang mengalami kesulitan itu, sebenarnya  pemerintah, baik pusat maupun daerah yang baru. Presiden, Gubernur, Bupati, Mereka harus melihat ini,

Gubernur Papua Lucas Nb biasanya
membantu kami dalam kegiatan kami, saya sudah tahu kabupaten gubernur, dan yang lainnya saya tidak tahu begitu, mereka harus faham, inikan pertahanan negara, oleh karna itu negara harus memberikan dana untuk suport, Lemhanas tanpa ada uang tidak bisa berjalan, ibarat Uang itu ibarat darah manusia"ungkap Emi menambahkan.

Sebenarnya lemhanas itu harus suport dengan dana, saya melihat lemhanas dimana mana kekurangan itu, kalau kami punya uang pnya Bank terjun bebas memberikan.ketentraman, sosialisasi mengenai pertahanan negara dan wawasan kebangsaan negara dan lainnya, harus dilakukan,
itu tugas daripada kita sebagai Ketua ketua lemhanas atau hampir tidak bisa turun karna kekurangan dana disitu, Saya tidak tahu di Pusat bagaimana, dan kalau di daerah seperti itu, ini harus prihatin seperti itu".

 Ditambahkan lgi Emi mengatakan.
"Siapapun kelola pemerintah daerah maupun kelola negara tidak bisa maen maen tidak bisa dibiarkan begitu" tukas Emi.

Ini menjadi dokumen atau dana dari Ikalu Papua yang dikatakan Emi Enembe.
"Kami Ikalu di Papua mengalami kesulitan itu saja" ungkap Emi.

Jalankan tugas  harus mensuport dana, Kekurangan dana Ikalu tentu semua sama dimana mana, sebagai ketua  Ikalu saya tahu percis" ungkapnya.

Emi enembe Ketua Lemhanas Papua Tahun 2016 sampai sekarang 2018 punya fungsi dan tugas pertahanan negara. 
 
Harapannya Negara harus konsuekwen negara harus berjalan dengan kebenaran, pertahanan harus kuat dan disiplin" harap Emi mengakhiri wawancara kami.

(Eva/Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM