Home » » Sosialisasi Dan Harmonisasi Germas,PIS PK

Sosialisasi Dan Harmonisasi Germas,PIS PK

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 28 Maret 2018 | 01.18

Sosialisasi & Harmonisasi 
Germas dan PIS PK

Kerjasama Poltekkes Jakarta I
Dengan Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR RI
DRS. IRGAN CHAIRUL MAHFIZ, M. si. Wakil Ketua Komisi IX. 
Dir.  Poltekkes RI Ibu Ani Nuraini. 
Acara dihadiri oleh Ibu-ibu kader, RT/RW, serta masyarakat di lingkungan Kec.  Pondok Aren. 
Bpk. Sugiyanto S. pd.  M. App.  Sc Kep.  Pusat pendidikan Sdm kesehatan. 
Bpk.  Makin Sagita, S. Pd. Camat Pondok Aren..


Kesehatan adalah hak azasi bagi seluruh masyarakat Indonesia dan sepenuhnya dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Hal tersebut tertuang pada Konsep Nawa Cita, dimana pada butir kelima dinyatakan bahwa Pemerintah bertanggung jawab meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di Indonesia melalui peningkatan kualitas kesehatan.  Melalui Kementerian Kesehatan, peningkatan  kualitas kesehatan dilaksanakan melalui beberapa program penting diantaranya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu dengan melakukan kegiatan aktifitas fisik yang rutin, mengkonsumsi sayur dan buah, dan memeriksakan kesehatan dengan rutin.

GERMAS merupakan suatu gerakan atau tindakan yang sistematis dan terencana, dilaksanakan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. GERMAS adalah gerakan nasional yang mengutamakan kegiatan promotif (promosi kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit). Kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku yang tidak sehat.  GERMAS tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan seluruh lapisan masyarakat, sektor pemerintahan lain, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, organisasi profesi dan lainnya.

Kenapa Pemerintah harus mempromosikan GERMAS kepada masyarakat?. Saat ini di Indonesia terjadi pergeseran pola penyakit dari penyakit menular (infeksi) menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes, dan Penyakit Jantung Koroner (PJK). Terbukti beban biaya yang dikeluarkan oleh JKN yang dikelola oleh BPJS mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bahkan diberitakan saat ini BPJS mengalami defisit yang cukup besar sebagai akibat pembiayaan penyakit-penyakit di atas. Biaya pengobatan yang besar ditambah akibat lanjutan seperti strok, tentu saja akan menurunkan produktivitas individu, sehingga berpotensi menurunkan tingkat ekonomi keluarga.

Siapakah yang melaksanakan GERMAS? GERMAS dilaksanakan oleh masyarakat, dalam hal ini keluarga sebagai komponen terkecilnya. Perilaku masyarakat ditentukan oleh perilaku individu yang ada di dalam keluarga. Pendidikan terhadap anak juga dimulai dari keluarga. Oleh sebab itu, pada tahun 2016, Kementerian Kesehatan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 39 tahun 2016 mengenai Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Program ini diharapkan bisa mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang menjadi tema utama pada Hari Kesehatan Nasional tahun 2017 lalu.

Kementerian Kesehatan menetapkan 12 (duabelas) indikator capaian keluarga yang diharapkan bisa dipantau oleh pihak yang berwenang - dalam hal ini adalah Dinas Kesehatan masing-masing Kabupaten/Kota.
Pemantauan 12 Indikator Keluarga Sehat (IKS) tersebut dilakukan melalui pendataan langsung kepada keluarga yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Petugas dengan identitas khusus akan mendatangi rumah - rumah penduduk di lingkungan wilayah kerja Puskesmas. Petugas akan melakukan pendataan dengan mengisi formulir berdasarkan keterangan dari anggota keluarga. Pada saat melakukan pendataan, petugas kesehatan juga memantau kondisi kesehatan dari keluarga dan memberikan informasi kesehatan yang berkaitan dengan 12 indikator tersebut diantaranya ajakan untuk mengikuti *program Keluarga Berencana, memeriksakan kehamilan dan melahirkan di fasilitas kesehatan, imunisasi wajib bagi balita, memeriksakan pertumbuhan balita setiap bulan, bahaya merokok, dan informasi lainnya*.

Pada tahun 2017, berbagai usaha dilakukan dengan melaksanakan pelatihan dan sosialisasi bagi tenaga kesehatan untuk mempersiapkan pelaksaan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Tidak mudah melaksanakan survey tersebut, diperlukan kerjasama lintas sektor dan juga kesediaan masyarakat untuk memberikan informasi kepada petugas kesehatan yang mendatangi rumah untuk memberikan promosi kesehatan.
Promosi kesehatan yang langsung diberikan kepada keluarga diharapkan mampu mempengaruhi perilaku masyarakat, sehingga bisa mencegah timbulnya berbagai macam penyakit. Kondisi tubuh yang sehat akan meningkatkan produktivitas kerja dari individu yang berdampak pada semakin meningkatnya roda perekonomian di masyarakat. Meningkatnya kondisi perekonomian juga berimplikasi pada meningkatnya kualitas hidup dan diharapkan generasi penerus selanjutnya akan menjadi generasi yang kuat dan cerdas. 

Hidup sehat itu mudah, laksanakan _GERMAS_ dan terapkan _12 Indikator Keluarga Sehat_ di dalam keluarga masing-masing. Dari keluarga sehat, menuju masyarakat Tangsel kuat dan Cerdas

_Sebagai bentuk dukungan Pemda dalam mendukung PIS - PK maka pada hari Senin, 5 Maret 2018 bertempat di Puspem, telah dilakukan Penggalangan Komitmen PIS - PK yang dipimpin langsung oleh Ibu Walikota bersama seluruh Camat, Lurah, perwakilan Kader & stake holder pungkasnya (Eva/Ade)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM