Home » » APTLI Menyelenggarakan Seminar Sehari Berbasis Kajian Akademik Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Salah Satu Kunci Solusi

APTLI Menyelenggarakan Seminar Sehari Berbasis Kajian Akademik Pemanfaatan Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Salah Satu Kunci Solusi

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 11 April 2018 | 07.11

Bidikfakta.com- Jakarta, Dalam upaya mengatasi fenomena persampahan yang telah mencapai derajat "Darurat" hingga menjadi beban anggaran Pemerintah daerah, perlindungan publik dan lingkungan hidup, maka Asosiasi Profesi Teknologi Lingkungan Indonesia (APTLI) bersinergi dengan Kemenko Kemaritiman dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menggagas penyelenggaraan Seminar sehari berbasis kajian akademik dengan pemanfaatan teknologi yang efektif serta ramah lingkungan sebagai salah satu kunci solusi. Seminar tersebut diselenggarakan di Hotel Swiss- Belinn, Kemayoran, Jakarta Pusat (11/4/2018).

 Junifer Panjaitan selaku Ketua APTLI dalam konferensi pers mengatakan "Hampir di seluruh tanah air bisa dilihat sampah bisa menjadi sumber bencana, tetapi kepedulian masyarakat masih sangat minim hingga saat ini, oleh sebab itu seminar kali ini akan mencoba memberi masukan baik kepada Pemerintah, swasta, serta masyarakat luas supaya lebih peduli lagi, dan ini bisa disebut darurat, sebab setelah 72 tahun Indonesia merdeka", paparnya.

" Salah satunya yang paling utama adalah kesadaran masyarakat itu sendiri, apakah kita sadari bahwa penumpukan sampah itu adalah berbahaya dan pelaksanaan di lapangan masih banyak masyarakat yang kurang peduli akan bahaya sampah", tegasnya.

Saat yang sama, DR.IR.Ishenny Mohd Noor, M.ENG.SC (Direktur Utama World Scientist ICH-LP3TIDI) Langsa, Aceh, menjelaskan " Manfaat keutamaan teknologi hasil temuan saya adalah sangat berguna untuk peningkatan ekonomi masyarakat, terutama dibidang pertanian, kehutanan dan perkebunan, dengan teknologi Biocatalist Fuel System (BFS) teknologi terbaru ini masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengolah lahan menjadi subur, karena hasil temuan saya telah bisa dibuktikan mampu mengatasi permasalahan kesuburan suatu tanah atau lahan yang tidak merusak lingkungan", tuturnya.

"Sementara itu dengan teknologi Biochar Biopro menghasilkan "Emas Hitam" yang berbahan baku sampah, " Emas Hitam" tersebut adalah merupakan pupuk karbon organik penyubur tanaman, dan keunggulan Biochar Biopro ini adalah dalam bertani, padi menghasilkan panen lebih cepat dan berlimpah", ujar Ishenny.

Selain itu perwakilan DAIKIN yang juga ikut dalam acara seminar tersebut menjelaskan bahwa  " Kalau dihubungkan dengan event kali ini tidak ada hubungannya dengan sampah, tetapi kita lebih ke efisiensi energi, dan kami dari DAIKIN Indonesia, menawarkan banyak sekali produk- produk yang efisiensi energi dan ramah lingkungan, dan kita sedang memberikan suatu pengetahuan baru", ujar Wenky Handono selaku Senior Manager Pro-Shop Department.
(RD)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM