Home » » Ingin Jadi Polisi,Pemuda Ini Nekat Palsukan KK Dan Ijazah

Ingin Jadi Polisi,Pemuda Ini Nekat Palsukan KK Dan Ijazah

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Kamis, 12 April 2018 | 06.17

Ingin Jadi Polisi, Pemuda Ini Nekat Palsukan KK & Ijazah


JAKARTA - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap pelaku tindak pidana pemalsuan kartu keluarga (KK) berinisial S (42) dan RS (42).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, kasus ini berawal ketika S menawari seorang remaja berinisial VP untuk pembuatan KK palsu karena ingin melakukan pendaftaran calon siswa bintara kepolisian. Lalu, S membawa VP ke RS yang berperan membuat KK palsu tersebut.

"Jadi kasus ini diungkap, berawal dari penerimaan anggota polisi yang masih tahap administrasi pakai surat-surat yang legal, jadi pada saat pelaksanaan seleksi administrasi panitia menemukan KK palsu yang digunakan," papar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Saat akan melakukan pendaftaran, kata Argo, VP ingin mendaftarkan diri sebagai calon siswa di wilayah Polda Metro Jaya, tetapi VP berdomilisi di Jawa Barat. Ia pun nekat merubah KK setelah ditawari oleh S yang mengaku bisa mengurus.

"Kemudian tersangka berinisial S memberikan Rp150 ribu ke RS untuk biaya penggantian tahun kartu keluar palsu tersebut. Dimana KK VP dari awalnya tahun 2018 menjadi 2016. Agar, syarat untuk mendaftar di Bintara adalah harus berdomisili sekurang-kurangnya dua tahun," lanjut Argo.

Akibatnya, kata Argo, VP langsung di coret dari pendaftaran seleksi masuk calon anggota bintara dikarenakan menggunakan syarat administrasi yang palsu.

"Yang bersangkutan langsung dicoret dari pendaftaran," terang Argo.

Sementara itu, disaat bersamaan polisi juga berhasil menangkap MRF (20) seorang mahasiswa swasta di Jakarta yang turut melakukan tindak pidana pemalsuan nilai di ijazah. Pelaku menawarkan jasa pemalsuan nilai di ijazah agar para calon siswa yang nilainya kurang untuk mendaftar sebagai siswa Polri dapat terpenuhi

"Kedua pemalsuan ijazah, modusnya sama ingin menjadi polisi. Karena nilainya kurang minta dirubah, karena ada standar dari polisi untuk nilai NEM (nilai kelulusan). Contoh misal nilaI matematika nilainya 4 diganti 7, jadi pergantian itu otomatis berubah rata-ratanya," kata Argo.

Dalam kasus pemalsuan Ijazah ini, MRF meminta tolong kepada tersangka berinisial P. Dimana saat ini pihak kepolisian masih masih mengejar P.

"Pihak kepolisian masih mengejar tersangka P yang sudah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang)," kata Argo.

Dalam kasus pemalsuan KK tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 lembar KK palsu, 1 buah PC rakitan, 1 buah monitor, 1 buah scanner, dan 1 buah printer dari tersangka S dan RS.

Sedangkan tersangka MRF polisi menyita 1 lembar Ijazah, 1 lembar Transkip nilai, dan 1 lembar nomor calon peserta. Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun.
(Eva/Is)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM