Home » » Konferensi Pers HUT PARFI Ke- 62 dan HUT KFT Ke- 54

Konferensi Pers HUT PARFI Ke- 62 dan HUT KFT Ke- 54

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 10 April 2018 | 06.29

Bidikfakta.com- Jakarta, Persatuan Artis Film Indonesia berdiri pada bulan Maret 1956 dalam kongres yang diadakan para pemain dan pekerja film, melakukan kongres pada saat itu. Tokohnya yang mendirikan saat itu adalah Usmar Ismail dan Djamaludin Malik.

Tepat pada hari ini Selasa (10/4/2018) PARFI merayakan ulang tahunnya yang ke- 62 bersama dengan ulang tahunnya Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT) ke- 54 dengan motto "Satu Hati, Satu Tekad Dalam Berkarya". Dalam acara Konferensi Pers sore ini, Ketua Umum PARFI, Febryan Adhitia, SE.,M.Sn, mengatakan dalam sambutannya " Sebagai wujud implementasi terhadap amanat Undang- undang, saya selaku Ketua Umum KFT dan PARFI periode 2016- 2022, ikut serta dalam mengkampanyekan gerakan kesenian di seluruh Indonesia, lewat SDM- SDM KFT dan PARFI yang terjun langsung memberikan sosialisasi dan apresiasi ke daerah- daerah". ujarnya di Gedung PPHUI (Pusat Perfilman H. Usmar Ismail) Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Menurutnya, sesuai dengan Undang- undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang perfilman yang mengamanatkan bahwa perfilman Indonesia merupakan sarana mencerdaskan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan ahlak mulia, serta wahana promosi Indonesia di dunia Internasional ingin menyelaraskan  semua itu dengan tema yang kali ini bertajuk " Film Indonesia Wujud Pesona Bangsa".

"Diantara  program PARFI adalah Acting Goes to School, Acting Goes to Campus, Acting Goes to Community yang selaras dengan Permendikbud No.23 Tahun 2015 tentang "Gerakan Seniman Masuk Sekolah", serta pembinaan komunitas film seluruh Indonesia", terang Febryan.

Hal tersebut dilakukan demi pengembangan potensi diri dan membentuk karakter pemuda Indonesia dalam minat dunia seni peran secara profesional serta memperkuat SDM dibidang perfilmam melalui program- program PARFI dan KFT Indonesia.

"Program Acting Goes to School, Campus dan Community, sudah berjalan sejak 2017, antara lain di SMU- SMU Kota Pekalongan, Tangerang Selatan dan akan digelar pula di seluruh Indonesia. Sambutan masyarakat sangat antusias sekali dan sungguh membanggakan, tidak kurang dari 25 ribu siswa mengikuti workshop seni peran", paparnya.

Febryan selaku Ketua Umum dan mewakili KFT dan PARFI merasa bangga telah memberikan yang terbaik dan dapat membuktikan secara profesional serta mampu mengangkat kreatifitas perfilman tanah air yang berkualitas dan dapat di sejajarkan dengan perfilman dunia.

"Saya berharap tujuan dan cita - cita kita demi memajukan perfilman Indonesia mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik dari para creator, swasta dan Pemerintah, guna menjalankan tugas yang di amanahkan dalam Undang- undang No.33 Tahun 2009 dan Permendikbud No.23 Tahun 2015, sehingga  program- program KFT dan PARFI dapat berjalan lancar dan sukses", harapnya.

" Tiga bulan awal Kepemimpinan saya, program pembinaan dan pelatihan para komunitas Film dan Crew local yang diadakan di Parigi Motong (Sulawesi Tengah) selama delapan hari, Bone (Sulawesi Selatan), Pekalongan (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat) di wilayah Korda KFT yang sudah terbentuk dan membuahkan hasil yang luar biasa", pungkasnya.
(RD)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM