Home » » PD BPR Bank Boyolali Salurkan Kredit Kepada BPSPAMS Untuk Mewujudkan Akses Universal Atas Air Minum Dan Sanitasi Bagi Masyarakat Boyolali

PD BPR Bank Boyolali Salurkan Kredit Kepada BPSPAMS Untuk Mewujudkan Akses Universal Atas Air Minum Dan Sanitasi Bagi Masyarakat Boyolali

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 17 April 2018 | 15.25

PD BPR Bank Boyolali Salurkan Kredit kepada BPSPAMS 
untuk Mewujudkan Akses Universal Atas Air Minum dan Sanitasi Bagi Masyarakat Boyolali


 Boyolali,BidikFaktaCom.

(17/4) PD (Perusahaan Daerah) BPR (Bank Perkreditan Rakyat) Bank Boyolali meluncurkan produk kredit terbaru untuk pengembangan infrastruktur air minum dan sanitasi. Produk ini ditujukan untuk kelompok pengelola air minum dan sanitasi di perdesaan, atau biasa disebut BPSPAMS (Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi), yang terbentuk dalam Program PAMSIMAS (Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak tahun 2008. Di Kabupaten Boyolali, tercatat sebanyak 105 BPSPAMS (belum termasuk Program PAMSIMAS III) telah terbentuk dari tahun 2008 yang tersebar di 19 kecamatan.   

Melalui Program PAMSIMAS, Pemerintah Indonesia memberikan stimulan pada masyarakat untuk mengembangkan sistem air minum perpipaan di perdesaan berbasis masyarakat dengan membangun infrastruktur awal. Infrastruktur air minum yang telah terbangun kemudian diserahterimakan kepada pemerintah desa dan dikelola oleh BPSPAMS. Kendala terbesar yang dihadapi oleh BPSPAMS salah satunya adalah sulitnya mendapatkan sumber pendanaan untuk melakukan pengembangan sistem, yang pada saat ini mayoritas BPSPAMS masih menggantungkan nasib pada ketersediaan dana hibah dan dana desa diluar saldo kas. 

Keterlibatan PD BPR Bank Boyolali dalam pembiayaan untuk BPSPAMS dengan skema kredit diharapkan menjadi solusi alternatif bagi BPSPAMS. Mengingat pada dasarnya pembiayaan BPSPAMS memiliki potensi yang menjanjikan karena kebutuhan dana yang masih begitu besar untuk membiayai dan mewujudkan akses universal 100% kebutuhan air minum dan sanitasi di Kabupaten Boyolali yang juga bisa mendukung pencapaian target Pemerintah Indonesia 

Kredit yang diberikan PD BPR Bank Boyolali merupakan kredit lunak dengan persyaratan yang relatif mudah. Bunga yang ditawarkan pun bersaing, yaitu 0,95% flat per bulan. Tujuan utamanya yaitu untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Boyolali melalui akses air minum dan sanitasi yang layak. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali tahun 2015 menyebutkan bahwa masyarakat dengan akses air minum layak di Kabupaten Boyolali yaitu sebesar 79,87% dan akses sanitasi layak sebesar 88,3%. Keberadaan produk ini memberikan peluang bagi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah untuk mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang layak. 

Kredit Air dan Sanitasi PD BPR Bank Boyolali memiliki plafon hingga Rp 50.000.000 dengan jangka waktu maksimal 36 bulan. Kredit ini dapat digunakan untuk pembangunan sarana air minum, perbaikan pompa, konstruksi perpipaan, pengeboran sumur, dan pembangunan sarana sanitasi. Kredit ini ditujukan kepada kelompok pengelola air dan sanitasi di perdesaan (BPSPAMS) dan bukan merupakan kredit individu. 

Sejak Desember 2017, PD BPR Bank Boyolali telah mencairkan kredit untuk pengembangan akses air minum di tiga BPSPAMS, yaitu BPSPAMS Arah Sejahtera di Desa Musuk, BPSPAMS Jolotundo di Desa Juwangi, dan BPSPAMS Sumber Rezeki di Desa Pulutan masing-masing selama 36 bulan. Kredit yang diberikan oleh PD BPR Bank Boyolali tersebut digunakan untuk melakukan pengeboran sumur serta konstruksi pipa jaringan baru yang telah membantu memberikan peningkatan pelayanan kepada 1.216 sambungan rumah/pelanggan di 3 desa tersebut. 

Acara Peluncuran Produk Kredit turut dihadiri perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Boyolali, PAMSIMAS, Water.org, Danone-AQUA, dan penggiat pembangunan air bersih dan sanitasi lainnya.  Kehadiran para pemangku kepentingan dalam kegiatan ini diharapkan dapat turut membantu menyosialisasikan produk kredit kepada kelompok SPAMS pedesaan yang ada di Kabupaten Boyolali, sehingga terinformasikan kepada masyarakat yang membutuhkannya, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM