Home » » Pembukaan Paviliun Indonesia "IDentities" di Salone del Mobile 2018

Pembukaan Paviliun Indonesia "IDentities" di Salone del Mobile 2018

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 17 April 2018 | 21.48


Pembukaan Paviliun Indonesia "IDentities" di Salone del Mobile 2018
Milan, 17 April 2018
Hari ini Salone del Mobile 2018 dibuka. Paviliun Indonesia "IDentities" dibuka oleh Deputi Pemasaran BEKRAF, Joshua Simandjuntak pada pukul 10.05 AM waktu Milan. Acara pembukaan dihadiri oleh ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) Milan, ATDAG (Atase Perdagangan), HDMI (Himpunan Desainer Mebel Indonesia), dan beberapa desainer Indonesia di RHO Fierra, Hall Stand F 30. 
"Yang kami tampilkan di sini adalah pertama kekuatan handmade-nya dan kedua style," kata Joshua. Keahlian handmade Indonesia sudah turun temurun dan sudah banyak barang diproduksi dengan kemampuan tersebut. Hanya di Salone del Mobile kali ini, paviliun Indonesia lebih menekankan pada desain dan style-nya. Oleh sebab itu, paviliun Indonesia tidak hanya menjual produk tetapi juga mempromosikan desainernya. 
"Ada perbedaan strategi promosi dengan tahun lalu. Tahun lalu kami masih bercampur antara desainer, designer maker, dan manufactur menjadi satu. Tahun ini kami mempromosikan manufaktur yang memiliki IP, berbasis riset, desain, dan develompent," tambah Joshua. Strategi promosi ini menegaskan bahwa peran desainer sangat penting sehingga nama desainer dicantumkan di setiap produk. 
Pada event desain paling penting duni ini,  BEKRAF mendorong para desainer untuk membuat jaringan seluas-luasnya sebab ajang ini didatangi lebih dari 2000 perusahaan furnitur, home accessories, dan produk dunia yang membutuhkan jasa desainer. Sementara itu desainer Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi promosi ini sesuai dengan semangat dari Salone del Mobile 2018, bahwa bukan hanya kualitas dan kuantitas produk tetapi juga tentang desain. 
Hal senada disampaikan oleh Narita N. Hatibie (Indah), direktur ITPC Milan yang hadir dalam pembukaan. "Desain Indonesia sangat disukai di sini sebab menampilkan kekhasan yang tidak dimiliki negara lain khususnya negara-negara Eropa yaitu pada kerajinan tangannya," katanya. Kali ini, ITPC memberi dukungan untuk BEKRAF dengan memasang promosi di tram yang mengelilingi tempat-tempat strategis di Milan. Harapan ke depan, kerjasama dengan ITPC dan BEKRAF juga lembaga-lembaga lain di Indonesia lebih ditingkatkan sehingga promosi berjalan bersama-sama.
Paviliun Indonesia tampil berbeda dengan stand lain. Keragaman merupakan kesan yang ditampilkan ketika memasuki booth. "Tantangan kami adalah meletakkan beraneka ragam karya yang berbeda-beda ini di tempat yang tepat sehingga bisa menampilkan kekuatan karakter masing-masing produk," kata Diana Nazir, kurator sekaligus penata letak di booth bersama dengan Baskoro Junianto.
Joshua kembali menegaskan, sesuai dengan tema paviliun Indonesia yaitu Global Creative Resources, jadi Indonesia menjadi sumber inspirasi kreatif dunia, bukan hanya material dan produk tetapi juga sumber jasa desainer yang siap memasuki pasar global. 
BEKRAF
Badan Ekonomi Kreatif adalah badan pemerintahan yang fokus pada ekonomi kreatif. Bekraf membidangi 16 sektor ekonomi kreatif, yakni aplikasi dan pengembang permainan, arsitektur,
desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukkan, seni rupa dan televisi dan radio.


(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM