Home » » Tingkatkan Kunjungan Wisatawan,Pemkab Tabanan Gelar Tanah Lot Art and Culture Weekend

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan,Pemkab Tabanan Gelar Tanah Lot Art and Culture Weekend

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 18 April 2018 | 03.48

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Pemkab Tabanan Gelar Tanah Lot Art and Culture Weekend

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tanah Lot Bali, Pemerintah Kabupaten  Tabanan bekerjasama dengan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot untuk menggelar rangkaian acara bertajuk Tanah Lot Art and Culture Weekend yang akan di adakan selama tiga hari yaitu pada tanggal 20 s/d 22 April 2018 Minggu ini. 

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan pasca Gunung Agung mengalami erupsi, kunjungan wisatawan ke Tanah Lot sempat mengalami penurunan hingga 0,78 persen. Untuk itu, dibutuhkan sebuah inovasi yang dapat menarik para wisatawan, salah satu caranya dengan mengadakan rangkaian festival.

"Kunjungan wisatawan ke Tanah Lot berdasarkan data saat ini saja pada tahun 2018 per tanggal 15 maret sebanyak 902.564 yang terdiri dari  441.617 wisatawan domestik dan 460.947 wisatawan mancanegara. Saya berharap di Tahun ini jumlah wisatawan bisa mencapai 3 juta lebih". Ujar Eka. 

Bupati Eka juga menambahkan selain untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, event tersebut juga diadakan guna memperkenalkan seni dan budaya daerah yang dikolaborasikan dengan visualisasi modern.

"Event yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan collaboration event yang belum pernah ada. Event yang menggabungkan ide, imajinasi, pengalaman, interaktif dan inisiatif akan mengandalkan seni budaya yang didukung multimedia efek digital menampilkan visualisasi modern sehingga akan lebih menarik," Tambah Eka.  

Sementara itu, Manager operasional DTW Tanah Lot Toya Adnyana menambahkan tema yang diangkat pada festival tersebut adalah "Harmonisasi Seni dan Budaya dalam Visualisasi Modern" yang terdiri dari berbagai rangkain event seperti art culture and festival, after sunset illuminated garden (light garde), hingga coffe festival.

"Untuk art culture and festival dikemas dengan konsep harmonisasi seni tradisi Bali dan visual modern diantaranya interaktif multimedia, permainan lighting dan audio. Sedangkan after sunset illuminated garden (light garde) dikemas dengan konsep karya seni visual berupa penciptaan ilusi optik. serta untuk coffe festival menampilkan hasil BUMDes binaan diantaranya kopi celepuk Jatiluwih, Sri Sedana Munduk Temu, dan sajian kopi ungggulan Tabanan yang dikemas dalam format berbayar dan tidak berbayar". Tandas Toya.

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM