Home » » 19 Unit Bangunan Kios Tanpa IMB Disegel Citata,Satpol PP Belum Eksekusi

19 Unit Bangunan Kios Tanpa IMB Disegel Citata,Satpol PP Belum Eksekusi

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 18 Mei 2018 | 03.23

19 UNIT BANGUNAN KIOS TANPA IMB DISEGEL CITATA SATPOL PP BELUM EKSEKUSI


Sedikitnya 19 unit bangunan kios yang direncanakan untuk pertokoan di Jalan Tubagus Angke Rw, 01 Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat tersebut akhirnya, disegel petugas Suku Dinas Cipta Karya Tataruang dan Pertanahan Jakarta Barat.


Belasan unit bangunan tersebut disegel, lantaran tidak dilengkapi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari pihak instansi Citata.


Kepala Seksi  Citata Kecamatan Tambora, Jakarta Barat Ir. Ilham ketika dihubungi beberapa waktu lalu membenarkan, bahwa bangunan kurang lebih 19 unit toko di Kelurahan Angke sudah  dilakukan penyegelan.


"Karena tidak memiliki IMB ya harus saya segel itu tupoksi kerja saya. Selain itu saya juga sudah melakukan Rekomtek terhadap bangunan tesebut dan sudah kami serahkan ke pihak Satpol PP. Jadi tugas saya selesai, kalau masalah pembongkaran sudah tanggung jawab Satpol PP," terang Ilham.


Sementara dari pantaun dilokasi salah satu security setempat Edy Suranto mengungkapkan, bahwa bangunan yang ia jaga tersebut semua masalahnya sudah diserahkan terhadap komandannya. Yakni Yusuf dan Rodanih. Selain komandan, permasalahan bangunan tanpa IMB tersebut, juga diserahkan pada Agus Rendi yang mengaku orang Walikota.


"Kalau Pak Yusuf dan Pak Rodani komandan saya, karena Babinsa di Kelurahan Angke. Kalau Pak Agus Rendi katanya orang Walikota," ungkap Edi Suranto.


Sementara Kepala Satpol PP Walikota Jakarta Barat Tamo Sijabat ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa pihaknya akan terfokus membongkar pelanggaran bangunan yang besar-besar itu pun berdasarkan Remkomtek dari Citata.


Sementara kalau pelanggaran bangunan yang kecil direncanakan dilakukan penindakan secata yustisi dengan denda yang lebih besar dan tidak seperti denda yang sekarang terlalu kecil.


"Kami akan fokuskan membongkar terhadap pelanggaran bangunan besar, karena terbentur anggaran yang relatif minim. Itu pun dalam satu tahun ini kami targetkan hanya sekitar 80 unit bangunan besar yang akan kami bongkar. Kalau pelanggaran bangunan kecil akan kami beri sangsi yustisi dengan denda besar." Tandas Tamo Sijabat. 


(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM