Home » » Danpusterad, Mayjen TNI Hartomo Sebagai Irup Upacara Peringatan Harkitnas 2018

Danpusterad, Mayjen TNI Hartomo Sebagai Irup Upacara Peringatan Harkitnas 2018

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 21 Mei 2018 | 06.56

Bidikfakta.com- Jakarta, Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayor Jenderal TNI Hartomo bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan hari kebangkitan nasional ke 110 tahun 2018 pada Senin, (21/5) pukul 08.00 wib di Lapangan Upacara Mapusterad Jln. Setu Jakarta Timur.

Amanat Kemenkominfo Rudiantara, yang  mengusung Tema " PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL" dibacakan Dan Pusterad, menyebutkan, Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial sebagai makna kebangkitan teknologi informasi dan komunikasi.

"Masyarakat harus bijak, menggunakan media sosial artinya jangan sembarangan mengirim konten negatif karena jejak digital akan tercatat," kata Mayjen TNI Hartomo mengutip amanat Menkominfo.

Momen ini kata Danpusterad, harus dimaknai dengan upaya – upaya penyadaran setiap masyarakat untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

"Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama- sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia," ujarnya.

Masih mengutip amanat tersebut, Menkominfo mengatakan, persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat?

"Gambaran tersebut aktual sekali pada masa sekarang ini. Kita merasakan bahwa ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi kita. Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut," katanya.

Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi kita. Inilah era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.

Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki sebuah era keemasan dalam konsep kependudukan, yaitu bonus demografi. Bonus demografi menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif.

Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen.

"Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal menjadi proyeksi jika kita tak dapat memaksimalkannya. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu sumber daya manusia produktif pada tahun-tahun puncak bonus demografi tersebut tidak dapat mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi," tutupnya.

Hadir pada upacara tersebut antara lain Wakil Komandan Pusterad, Brigjen TNI Joko Warsito,
Sekretaris Pusterad Kolonel Inf Toto Nurwanto, It Pusterad, para Staf Ahli, para Direktur Pusterad, 
Dansatintelter Kolonel Inf I Made Riawan, S. Psi beserta para Perwira, Bintara dan PNS Mapusterad. (Red)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM