Home » » Polres Kutai Kartanegara Laksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 101

Polres Kutai Kartanegara Laksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke 101

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Minggu, 20 Mei 2018 | 20.42

Bertempat di Lapangan Apel Mako Polres Kutai Kartanegara (Kukar), telah dilaksanakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati "Hari Kebangkitan Nasional" (HARKITNAS) ke 110, tanggal 20 Mei 2018. Senin (21/05/2018), pukul 08.00 Wita.

bidikfakta.com,Kutai Kartanegara

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Wakapolres Kutai Kartanegara KOMPOL Andre Anas,S.IK., Perwira Upacara (Paup) Kasat Sabhara AKP Bitab Riyani dan Komandan Upacara (Dan Up) KBO Sabhara IPTU Puji Santoso.

Hadir dalam kegiatan Upacara,  antara lain : para Kabag, Kasat, Perwira, Bintara dan seluruh Anggota ASN Polres Kutai Kartanegara. Adapun pasukan Upacara terdiri dari :
 1.  Barisan Perwira 1 (satu) peleton.
 2.  Barisan Sabhara 1 (satu) peleton.
 3.  Barisan Staf 1 (satu) peleton.
 4.  Barisan Intel Reskrim 1 (satu) peleton.
 5.  Barisan ASN 1 (satu) peleton.

Dalam sambutannya Inspektur Upacara Wakapolres Kutai Kartanegara KOMPOL Andre Anas,S.IK., membacakan Amanat tertulis Mentri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia yang intinya "BERSATU" adalah kata KUNCI ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia namun pada saat yang sama tantangan yang mahakuat menghadang didepan.

Boedi Oetomo memberi contoh bagaimana dengan berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal muasal Primordial akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat Nasionalisme yang menjadi bahan utama kemerdekaan.

Boedi Oetomo menjadi salah satu penanda utama bahwa Bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya
Persatuan dan Kesatuan.

Pada peringatan Harkitnas tahun 1952, Presiden Republik Indonesia pertama yang juga sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (Ir. SOEKARNO) mengatakan bahwa pada hari itu kita mulai memasuki cara baru untuk IDEE, satu naluri pokok dari pada Bangsa Indonesia.

Sebagaimana dalam pepatah Aceh mengatakan Pikulan Satu Dipikul Berdua, Rapat-Rapat Seperti Biji Timun Suri, yang artinya : Kita harus menjaga Persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah belah. Demikian juga dalam konteks menghadapi Digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah, - tutup Wakapolres Kutai Kartanegara Polda Kalimantan Timur Kompol Andre Anas,S.IK.,  dalam membacakan Amanat Mentri Kominfo RI.  (Eva/Is)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM