Home » » Polsek Tanjung Duren Berikan Arahan Kepada Pengurus Gereja Se Kecamatan Grogol Petamburan

Polsek Tanjung Duren Berikan Arahan Kepada Pengurus Gereja Se Kecamatan Grogol Petamburan

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Sabtu, 19 Mei 2018 | 15.57

Setelah Peristiwa teror di Surabaya kemudian Densus 88 bergerak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap jaringan para pelaku teror tersebut dan dengan tuntutan Hukuman Mati terhadap Ketua JAD Aman Abdurahman membuat pengamanan di Ibu Kota ikut ditingkatkan. Salah satunya diwilayah Polsek Tanjung Duren di Jakarta Barat, Sabtu (19/05/2018).

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi,S.Ik,MH,meminta jajarannya untuk melakukan pengamanan di Gereja - Gereja.

Dalam hal ini Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana,S.Ik., langsung menerjunkan Personilnya dengan melakukan koordinasi dan pengecekan keamanan ke sejumlah Gereja yang ada diwilayah Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

Selain itu Polsek Tanjung Duren mengundang para Pengurus Gereja dengan mengadakan pertemuan pada hari Sabtu 19 Mei 2018, bertempat di Aula lantai 3 Polsek Tanjung Duren, yang dihadiri oleh : Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana,S.Ik., beserta Wakapolsek Tanjung Duren AKP H. Risris Priyatna,SH., Kanit Intel Polsek Tanjung Duren AKP. Supama, Kanit Binmas Polsek Tanjung Duren IPDA Ketut, Bhabinkamtibmas serta Pengurus Gereja Se-Kec.Grogol Petamburan (sebanyak 30 orang).

Pada pertemuan dengan Pengurus Gereja Se-Kec.Grogol Petamburan tersebut menyampaikan menyikapi kejadian terorisme yang saat ini terjadi, dalam hal ini Polri meningkatkan kewaspadaan terutamanya keamanan di Gereja Gereja yang melaksanakan kegiatan kebaktian rutin.

Kapolsek Tanjung Duren Kompol Lambe Patabang Birana,SIK., menekankan untuk meningkatkan kewaspadaan, kepada pihak Gereja agar memberitahukan kepada Security Gereja agar mewaspadai kepada jamaat yang belum dikenal.

Kepada Pengurus Gereja, Kapolsek Tanjung Duren menegaskan agar segera melaporkan kepada Kepolisian apabila melihat orang atau benda yang mencurigakan.

Hal ini, untuk mengantisipasi agar gangguan Kamtibmas tidak terjadi diwilayah hukum Jakarta Barat. (Eva/Is)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM