Home » » Warga Apartemen Bogor Valley Mendesak Kosongkan Kantor Pengelola Apartemen Bogor Valley

Warga Apartemen Bogor Valley Mendesak Kosongkan Kantor Pengelola Apartemen Bogor Valley

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 08 Juni 2018 | 16.03

Bidikfakta.com- Bogor, Kisruh antara penghuni dan pengelola apartemen Bogor Valley tidak kunjung selesai, warga apartemen kembali bersitegang dengan pengelola. Kericuhan terjadi antara penghuni dengan pengurus Apartemen Bogor Valley, Bogor, Jawa Barat, Penghuni apartemen protes atas kepengurusan pengelola yang diduga tidak jujur, Jumat (8/6/2018).

Menurut warga apartemen Bogor Valley (BV), sudah 73 tahun negara merdeka masih saja ada warga tidak berdaulat atas huniannya sendiri.

Zul adalah salah seorang warga  yang sudah tiga tahun menghuni apartemen Bogor Valley itu, menurutnya adapun Pasal 74 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rusun mengamanatkan pemilik rumah susun untuk membentuk PPPSRS yang berkedudukan sebagai badan hukum.

" Pengembang diwajibkan memfasilitasi pembentukan PPPSRS ini paling lambat setahun setelah penyerahan unit ke penghuni, dan PPPSRS nantinya bertindak seperti RT/RW yang mengelola lingkungan dengan membentuk badan pengelola untuk mengurusi rumah tangga penghuninya, namun sayangnya, peraturan ini tidak pernah dijalankan oleh pengelola apartemen", papar Zul.

Warga apartemen Bogor Valley menuntut pengelola keluar dari kantornya, dalam aksi tersebut sempat panas antara kedua belah pihak.

Menurut para warga apartemen, mereka sudah lama merasa tertekan karena kebijakan dari pihak pengelola.

" Kami sebagai warga apartemen Bogor Valley sudah lama merasa tertekan dengan kebijakan - kebijakan yang diatur oleh pengelola, salah satunya yaitu kita semua warga apartemen, tidak boleh untuk membeli token listrik diluar apartemen, harus beli disini, sedangkan menurut kami harga disini terlalu mahal untuk token listrik tersebut", ujar salah seorang warga apartemen yang ikut dalam aksi tersebut.

Selain itu Sidarta, salah satu warga Apartemen Bogor Valley mengatakan "pengelolaan apartemen ini tidak melibatkan warga penghuninya, kami semua mengeluhkan pada tingginya Iuran Pengelola Lingkungan (IPL) yang harus dibayar oleh semua penghuni apartemen Bogor Valley ini, oleh karena itu kami hari ini berniat mengosongkan kantor pengelola", ujarnya.

Ketegangan itu diduga  karena tidak adanya transparansi pengelolaan dari pihak manajemen apartemen Bogor Valley tersebut.

Warga apartemen mendesak  PPPSRS selaku pengurus apartemen, agar menyampaikan sikap trasparan guna menghindari kemungkinan penyalahgunaan pungutan biaya selama ini.

"Kami tidak berkeberatan dengan beban biaya yang ada selama ini, tetapi pengelola juga harus transparan dengan pengelolaan keuangannya", terang Ria selaku Ketua warga apartemen Bogor Valley.

Setelah mendapat desakan dari para warga apartemen, akhirnya kantor pengelola dapat dikosongkan dan diambil alih oleh warga apartemen Bogor Valley.

Aksi tersebut mendapat penjagaan dari aparat keamanan untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

Menurut Ria, malam itu juga developer hadir ke kantor pengelola dan membuka pintu yang terkunci untuk mengambil berkas- berkas yang masih tertinggal di ruangan tersebut, dengan penjagaan oleh aparat keamanan untuk mencegah hal- hal yang tidak diinginkan.

Sampai berita ini diturunkan, bidikfakta.com belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai permasalahan yang dikeluhkan warga apartemen tersebut.

(D)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM