Home » » Nesha,Minta Ada Standard Harga Untuk Komoditi Buah Kelapa

Nesha,Minta Ada Standard Harga Untuk Komoditi Buah Kelapa

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 06 Juli 2018 | 21.24

*Nesha : Minta Ada Standar Harga Untuk Komoditi Buah Kelapa*

Simeulue,Aceh bidikfakta.com

Kelapa (Cocos Nucifera) termasuk dalam marga Cocos dari suku aren-arenan atau arecaseae, banyak dimanfaatkan sehingga disebut sebagai tumbuhan serba guna.

Tumbuhan kelapa ini, diperkirakan berasal dari pesisir samudra Hindia, dimana Kepulauan Simeulue yang menjadi salah satu sisi terdepan batas NKRI dengan Samudra Hindia telah sejak lama dikenal bentang pantainya yang dipenuhi dengan perkebunan kelapa, bahkan pada zaman Sultan Iskandar Muda memerintah Kesultanan Aceh pada masa itu, Pulau Simeulue dikenal dengan sebutan Pulau "U".

Masyarakat Simeulue pada umumnya, Khususnya Masyarakat Kecamatan Simeulue Cut, kelapa menjadi salah satu komoditi unggulan sejak jaman dahulu. Pengolahan Kelapa bukan hanya sebatas pada kopra atau virgin coconut oil (VCO), bisa dikembangkan menjadi produk-produk pangan dan non-pangan sehingga nilai ekonomisnya bisa semakin meningkat.

Produk olahan buah Kelapa yang diklaim memiliki manfaat untuk kesehatan ialah VCO, bahwa manfaat dari VCO ini bersifat anti-bakteri, anti-virus, anti-fungsi, dan juga berperan dalam mengendalikan kolesterol  jahat dalam darah dan kesehatan jantung.

Selain VCO, ternyata dari buah Kelapa yang juga memiliki manfaat yang cukup besar bagi kesehatan manusia, yakni, daging buah kelapa terkandung sekitar 90% merupakan asam lemak jenuh dan 105 %asam lemak tak jenuh.

Meskipun mengandung asam lemak jenuh, namun minyak Kelapa memiliki rantai karbon sedang sehingga mudah dicerna oleh tubuh, karena bisa langsung dicerna dalam usus tanpa adanya proses hidrolisis dan enzimatis. minyak kelapa yang memiliki rantai karbon yang panjang harus melalui beberapa tahapan dulu untuk diproses di dalam pencernaan manusia, asam lemak rantai sedang juga tidak diubah menjadi lemak atau kolesterol serta tidak memengaruhi kolesterol darah, berkemampuan secara spesifik sebagai anti-fungsi, anti-protozoa, anti-bakteri, dan juga anti-virus.

Air Kelapa banyak manfaat diantaranya, mencegah dehidrasi, mencegah penuaan dini, mencegah batu ginjal, kesehatan kulit, ibu hamil serta mningkatkan kekebalan tubuh

Akan tetapi dibalik beribu manfaat dari tumbuhan atau buah kelapa, para petani kelapa khususnya disetiap desa dalam Kecamatan Simeulue Cut kerap mengeluh karena ketidakstabilan harga jual buah kelapa.

"Bahwa saat ini buah kelapa hanya mampu dibeli oleh pengepul seharga Rp.900,-/Kg, dimana saya dapat mengumpul sekitaran 150 kg perharinya, dan itupun masih harus dibagi dua dengan pemilik kebun, dimana harga kelapa anjlok, sebelum anjloknya harga buah kelapa bisa sampai Rp.1.800.- hingga Rp.2.000.- /Kg nya."tutur Jurhamsudin (41) buruh panjat kelapa Desa Amarabu pada Media ini, Jumat (06/07/2018).

Ditempat berbeda, coba menulusuri salah satu agen penampungan buah kelapa yang dibeli dari petani kelapa di Desa Amarabu.

Nesha (25), salah satu agen penampungan buah kelapa ini yang meneruskan usaha orang tuanya menuturkan,sebagai agen yang menampung hasil panen petani buah kelapa juga merasakan imbas dari penurunan harga kelapa dikarenakan banyak pemilik kebun kelapa yang memilih untuk tidak memanen kebun kelapanya.'terangnya.

"selama ini, hanya sekedar menampung kelapa dari petani, sedangkan untuk membawa kelapa kepabrik lain pula pemainnya, kami menyesuaikan harga beli kami dengan harga jual kepada agen yang membawa kelapa kepabrik, dari gudang pengepul dibeli seharga Rp.1.100,-/Kg. Padahal sekitaran 2 bulan yang lalu harga kelapa dari gudang pengepul sampai Rp. 2.300,-/Kg, serta buah kelapa untuk dikonsumsi dipasaran dijual Rp.3.000.- perbutirnya, berbanding terbalik untuk diolah kembali dalam skala industri"ucapnya Nesha sang agen penampungan buah kelapa merintis sejak tahun 2009.

"buruh panjat kelapa setengah hari kerja bisa bawa pulang uang Rp.100.000, sedangkan sekarang untuk mendapatkan Rp.50.000,- itu harus satu hari kerja, terangnya, sedangkan untuk agen yang membawa kelapa dari gudang kepabrik otomatis harus juga menyesuaikan harga beli dengan harga jual ke pabrik. Dengan kata lain pemain utama yang menentukan harga kelapa adalah pabrik pengolahan,"ucapnya.

Kedepannya kami berharap ada standar harga untuk komoditi petani agar turun naiknya harga itu tidak terlalu signifikan, kasihan mereka yang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai buruh panjat kelapa,"tutup Nesha yang menyandang gelar S.Psi.

[Eva Andryani/Monanda Phermana]

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM