Home » » Alex Asmasoebrata Gagal Total Mediasi Yvonne Rusdi Dan Bellezza

Alex Asmasoebrata Gagal Total Mediasi Yvonne Rusdi Dan Bellezza

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Minggu, 05 Agustus 2018 | 20.39

Alex Asmasoebrata Gagal Total Mediasi Yvonne Rusdi dan Bellezza
 

Manajemen The Bellezza Permata Hijau, Jakarta menyayangkan sikap mantan pembalap Alex Asmasoebrata yang selalu ikut campur dalam kasus yang melibatkan Manajemen The Bellezza Permata Hijau dengan Yvonne Rusdi (YR) yang enggan menuntaskan tunggakannya ke pihak managemen. Alex membela tanpa melihat persoalan secara objektif, sementara banyak pihak termasuk gubernur dan lembaga penggiat HAM tak lagi membela YR setelah tahu duduk persoalannya.
 
"Sudah belasan individu, pengusaha besar dan 4 Gubernur mencoba membantu tapi YR tidak bersedia damai. Bahkan Pak Wagub DKI Sandiaga Uno pernah mengirim utusan khusus tahun 2017 dan YR tetap tidak mau berdamai," kata Building Manager The Bellezza Permata Hijau Hendy Hidayat kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/8) siang.
 
Menurut Hendy, Dinas Perumahan (Disperum) DKI Jakarta juga pernah beberapa kali melakukan mediasi antara The Bellezza dengan YR. Lalu, dalam mediasi terakhir pada 29 Juni 2018 menghasilkan kesepakatan yang harus ditindaklanjuti berupa Akta Damai. Sayangnya, YR kembali berkelit.
 
"Sudah banyak institusi yang terlibat antara lain Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia), KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan lain-lain tapi, satu per satu mundur setelah tahu duduk persoalannya," bebernya.
 
Namun, lanjut Hendy, ASA Center (Alex Asmasoebrata Center) justru masuk dalam persoalan ini dengan cara-cara radikal. Pihak ASA Center melakukan penggerudukan ke kantor Badan Pengelola The Bellezza. Karena merasa tertekan, lewat rapat 29 Juni 2018 pihak manajemen memutuskan atas dasar kemanusiaan sesuai anjuran Kepala Dinas Perumahan Rakyat untuk menghidupkan kembali listrik dan air di unit milik YR sembari menunggu itikad baik YR.
 
Tapi, lanjut dia, setelah diberi waktu selama 16 hari di mana pihak manajemen juga melakukan segala upaya mulai dari menyalakan listrik dan air, mengimbau YR, sampai dengan mengundang YR lewat kuasa hukum The Bellezza, YR tetap tidak mengindahkan. Karena tidak ada niat baik dari YR untuk duduk bersama menyelesaikan perselisihan ini, maka persoalan ini kembali ke posisi semula yakni menunggu hasil keputusan Mahkamah Agung (MA) dan hasil rapat 29 Juni 2018 lalu dianggap tidak ada lagi.
 
"Alex Asma diharapkan tidak  menjadi pahlawan untuk orang kaya seperti YR yang memiliki unit apartemen seharga Rp 3 miliar (menurut pengakuan YR sendiri), karena masih banyak orang miskin yang perlu dibantu," tukasnya.
 
"Kami juga menghimbau kalau Alex mau jadi juru damai jangan menjadi kuasanya sehingga bisa objektif melihat sebuah permasalahan" tegasnya. 

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM