Home » » Ekosistem,Kunci Penting Pertumbuhan Fintech Indonesia

Ekosistem,Kunci Penting Pertumbuhan Fintech Indonesia

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Rabu, 29 Agustus 2018 | 06.28

Ekosistem,Kunci Penting Pertumbuhan Fintech Indonesia


Grant Thornton Indonesia untuk pertama kalinya mengadakan "Grant Thornton Fintech Talks",dengan mengakomodasi talkshow ini secara reguler kedepannya,Grant Thornton berharap dapat turut serta mengupas isu-isu terkini terkait dunia Fintech
Grant Thornton selaku organisasi global yang menyajikan jasa assurance,tax and advisory ini juga mendukung kebutuhan Fintech untuk segera diaplikasikan di berbagai industri termasuk sektor penyedia pelayanan keuangan.
"Industri Fintech berpotensi terus tumbuh di Indonesia dan merevolusi bentuk industri keuangan kedepannya,Grant Thornton akan mengadakan Fintech Talks secara rutin untuk menghadirkan diskusi positif dalam mengolah informasi terkini untuk masyarakat maupun pelaku bisnis dalam mengambil berbagai keputusan kedepannya",ungkap Johanna Geni, Managing Partner Grant Thornton Indonesia.
Kali ini mengangkat tema The Ecosystem of Fintech Payment,Grant Thornton Mengundang Fanny Verona Selaku Managing Director PT.Digital Artha Media, perusahaan yang menaungi Mandiri e-cash,sebagai pembicara
Pembangunan ekosistem Fintech dirasa perlu untuk mempercepat proses pertumbuhan Fintech di Indonesia.Fanny mengukapkankan " Masalah utama dalam industri Fintech sebenarnya berasal dari ekosistemnya yang belum kuat sehingga orang masih menggunakan uang tunai dalam melakukan transaksi.Perwujudan ekosistem Fintech wajib dilakukan dalam berbagai bentuk inovasi dan solusi untuk mendorong percepatan daya serap dan implementasi Fintech di berbagai sektor".
Dalam memajukan industri teknologi keuangan atau financial technology(Fintech) di Indonesia,salah satu tantangan besarnya adalah membangun ekosistem Fintech yang saat ini di nilai belum siap.

Misalnya saja masih banyak tempat tempat yang belum bisa menerima pembayaran nontunai,begitu juga dengan proses top-up uang elektronik yang dinilai masih menyulitkan.

"Untuk mewujudkan ekosistem Fintech yang komprehensif tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Artinya semua pemangku kepentingan dalam ekosistem keuangan perlu memiliki komitmen untuk berkolaborasi dalam membangun dan mewujudkan ekosistem Fintech di Indonesia melalui berbagai inovasi dan solusi.Pemerintah pun juga perlu turut serta dan berperan aktif dalam mendorong penyerapan dan implementasi solusi Fintech di berbagai sektor melalui regulasi-regulasi yang jelas dan stabil bagi para pemain Fintech di Indonesia," tambah Fanny
Sementara itu, payment sebagai sub sektor Fintech terbesar yang mencakup 39% dari total 235 pemain Fintech di Indonesia berdasarkan data yang dikeluarkan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) juga dipercaya akan terus menguat sejalan dengan banyaknya konsolidasi dan sinergi antar pelaku usaha dalam memadukan potensi kekuatan dari setiap pihak.
Blockchain sebagai bagian Fintech yang tak terpisahkan.
Blockchain, teknologi basis data terdistribusi, merupakan bagian dari Fintech yang tidak terpisahkan.Tren penerapan teknologi ini di berbagai industri termasuk sektor keuangan terus menjadi sorotan publik dan pelaku industri.
Teknologi blockchain relatif memiliki kekuatan untuk menangkal serangan dibandingkan dengan teknologi yang tersentralisasi dan mencegah data yang masuk dimanipulasi termasuk dipalsukan,hilang ataupun rusak dikarenakan jaringan mencatat dan melakukan validasi untuk tiap transaksi.
"Di era digital ini, saya melihat adanya kebutuhan akan pengolahan data yang terdesentralisasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi data.Saat ini terdapat potensi yang sangat besar untuk bank dan bisnis lainnya dalam mengembangkan serta mengadopsi teknologi blockchain yang mampu digunakan untuk memproses kegiatan pembayaran dalam infrastruktur uang elektroniknya agar lebih cepat, efisien dan aman,"tambah Fanny.

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM