Home » » Heru Winarko Secara Resmi Membuka Rakernis Penyelidikan Dan Penyidikan Tindak Pidana Narkotika

Heru Winarko Secara Resmi Membuka Rakernis Penyelidikan Dan Penyidikan Tindak Pidana Narkotika

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 06 Agustus 2018 | 09.37

*Heru Winarko Secara Resmi Membuka Rakernis Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Narkotika*


"Dalam pelaksanaan pemberantasan tak boleh parsial, koordinasi lintas daerah harus maksimal". Demikian penegasan Kepala BNN pada saat pembukaan Rakernis Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Narkotika yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Ancol, 06/08/18.
 
Dalam upaya pemberantasan narkoba, masing-masing daerah tidak boleh hanya berpikir parsial atau hanya berpikir tentang cakupan daerahnya saja, akan tetapi harus lebih meluas. Oleh karena itulah  peningkatan koordinasi dan kerjasama bidang pemberantasan antar daerah sangat diperlukan agar upaya pemberantasan jaringan narkoba bisa lebih maksimal.

Di hadapan 168 peserta rakernis yang datang dari seluruh BNNP dan BNNK se- Indonesia, Kepala BNN mengatakan bahwa momentum rakernis ini sangat penting, di mana para peserta yang merupakan Kabid Brantas di BNNP dan Kasi Brantas di BNNK bisa saling mengenal, dan sharing informasi untuk kepentingan operasional di lapangan khususnya dalam pengungkapan kasus.

Terkait penanganan narkoba di daerah, Kepala BNN juga mengingatkan bahwa sesuai amanat UU Narkotika, para Kabid dan Kasi Berantas agar lebih fokus pada sindikat jaringan bukan pemakai.  Karena itulah para Kabid Berantas antar daerah diharapkan mampu membangun jejaring yang lebih kuat agar bisa saling mendukung dalam pengungkapan kasus yang lebih besar skalanya, bukan hanya level gram graman tapi bisa kiloan atau bahkan ton-tonan.

Selain menguatkan kerja sama secara internal, Heru juga berpesan kepada jajarannya di daerah agar senantiasa membangun komunikasi dan kerjasama yang solid dengan Polda setempat. 

Terkait dengan pelaksanaan rapat teknis yang menghadirkan para narasumber seperti Hakim Agung dan Jampidum, maka Kepala BNN mengharapkan agar para peserta rakernis lebih proaktif untuk menimba pengetahuan terutama tentang hal pembuktian. 

"Supaya hal tersebut bisa menjadi pencerahan dan acuan bagi kita" imbuh Jenderal Bintang Tiga yang juga hobi main musik ini. 

Ketika disinggung tentang permasalahan narkoba, Kepala BNN mengatakan bahwa setiap daerah memiliki persoalan demand narkoba yang berbeda. Dalam penanggulangan tindak pidana narkoba, semua bidang diharapkan saling bersinergi atau keroyokan karena dalam pelaksanaannya data yang diperoleh satu bidang bisa berguna untuk bidang yang lainnya.
 
Sebelum mengakhiri sambutannya, Heru kembali menegaskan agar dengan rakernis ini,  masing- masing peserta bisa  lebih dekat, dan bertambah pengetahuannya sehingga bisa berkinerja lebih baik, dan mampu melakukan pengungkapan kasus yang lebih besar termasuk penerpan TPPU bagi para bandar, agar tidak leluasa lagi ketika menjalani pidananya di dalam Lapas.

Kegiatan rakernis yang digelar selama empat hari ini membawa tema "Melalui rakor pembinaan teknis bidang pemberantasan kita optimalkan sinergitas dan kesamaan persepsi dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkoba".

Kepada penyelenggara kegiatan ini, Kepala BNN memberikan apresiasi karena telah menggelar  rapat teknis tentang penyelidikan dan penyidikan untuk kali pertama. Diharapkan dalam kegiatan ini para peserta  bisa presentasi tentang apa yang sudah dikerjakan dan bisa saling  memberi masukan pungkasnya.

(Eva Andryani/Humas BNN.)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM