Home » » Penutupan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Mahasiswa Baru ITL Trisakti TA 2018/2019

Penutupan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Mahasiswa Baru ITL Trisakti TA 2018/2019

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Kamis, 09 Agustus 2018 | 11.32

Bidikfakta.com- Bogor, Institut Transportasi dan Logistik (ITL Trisakti) kembali menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara Mahasiswa baru TA 2018/2019 bertempat di Pusat Pendidikan Zeni, Bogor, Jawa Barat.

Para mahasiswa baru itu digembleng selama 4 hari guna mengikuti Pendidikan Pendahuluan Bela Negara. Pada gelombang kedua ini jumlah peserta sebanyak 423 Mahasiswa.

Tepat pada tanggal 09 Agustus 2018, kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara tersebut ditutup dengan upacara penutupan.

Kepala Pusat Pendidikan Zeni, Kolonel Inf Sapto memaparkan dalam sambutannya pada upacara penutupan bahwa pada kesempatan yang berbahagia ini atas nama Lembaga Pusat Pendidikan Zeni dan ITL Trisakti mengucapkan selamat kepada mantan peserta yang telah melaksanakan pendahuluan bela negara ini dengan baik. 

Menurutnya usaha pembelaan negara bertumpu pada kesadaran setiap warga negara akan hak dan kewajibannya.

" Kesadaran demikian perlu ditumbuhkan melalui proses motivasi untuk mencintai tanah air dan ikut serta dalam pembelaan negara. Kegiatan pendidikan bela negara ini merupakan proses motivasi untuk membela negara dan bangsa Indonesia yang kita cintai ini", ujarnya saat menjadi Inspektur upacara penutupan pendidikan bela negara, Kamis (9/8/2018).

Pada kesempatan tersebut Kapusdik menjelaskan bahwa sebagai generasi penerus bangsa dan warga Indonesia harus bisa memahami kekurangan dan kelebihan bangsanya sendiri. Menurutnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi ini begitu pesat dan telah menyentuh hampir di setiap aspek kehidupan.

" Kemajuan teknologi informasi juga menggeser hakikat ancaman yang datang dari negara yang melalui penggunaan senjata menjadi penguasaan teknologi tinggi. Ancaman negara tidak lagi menyangkut kekuatan militer, tetapi lebih luas spektrumnya seperti ancaman cyber crime", tutur Kapusdik.

Menurutnya perang yang paling hebat adalah perang yang dapat mencapai tujuan perangnya tanpa melakukan pertempuran, dengan tanpa melakukan pertempuran perang dapat memundurkan musuh tanpa senjata, sehingga negara lain yang mempunyai kehendak menguasai negara Indonesia belum tentu akan melakukannya dengan menggunakan kekuatan militer secara langsung.

" Melainkan akan lebih dahulu mengusahakan agar bangsa Indonesia dapat dibawa secara berpikir yang sesuai dengan kepentingan negaranya, mereka akan lebih mengutamakan untuk menggarap pola pikir dan persepsi masyarakat dengan melakukan berbagai usaha yang menggangu baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial dan budaya.

Mereka akan berusaha menguasai media massa negara kita dan memanfaatkan secara sistematis dan terus menerus mempengaruhi pikiran masyarakat Indonesia termasuk kalian para generasi muda", tegas Kapusdik dihadapan para peserta.

Diakhir sambutannya Kapusdik mengajak semua yang hadir untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

 " Jangan memperuncing perbedaan, karena perbedaan itu adalah rahmat, karena perbedaan itu kita bisa bersatu, tidak ada yang bisa merusak kebhinekaan kita dan mari kita tingkatkan gotong royong dalam menjaga Pancasila", ucapnya.

Selain itu Noor Syamsu Hidayat selaku Kabag UBMA (Unit Pembinaan Mahasiswa dan Alumni ITL Trisakti) mengatakan " Kita punya tanggung jawab sebagai warga dan bangsa yang terdidik, jadi calon Pemimpin bangsa melalui profesi dan keilmuan transportasi dan logistik, maka disini mereka dididik 4 hari untuk bagaimana belajara memahami dan menjiwai korsa persatuan bangsa yang merupakan cikal bakal Bhineka Tunggal Ika di implementasikan, disini kita bisa melihat bagaimana kalau bela negara itu dari segi militer dan mereka didik dari sebagian yang dipunyai oleh mereka",ujarnya saat ditanya oleh awak media mengenai tanggapan pendidikan pendahuluan bela negara ini.

Upacara penutupan pendidikan pendahuluan bela negara itu dimeriahkan dengan atraksi  membongkar pasang senjata dengan mata tertutup oleh para mantan peserta.
(RD)


Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM