Home » » Seminar Nasional "Paradoks Indonesia", Profesor Bicara PARADOKS INDONESIA Negara Kaya, Rakyat Hidup Miskin

Seminar Nasional "Paradoks Indonesia", Profesor Bicara PARADOKS INDONESIA Negara Kaya, Rakyat Hidup Miskin

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 31 Agustus 2018 | 20.23

SEMINAR NASIONAL 'Paradoks lndonesia' 
Profesor Bicara PARADOKS  INDONESIA Negara Kaya, Rakyat Hidup Miskin.


lnstitut Madani menyelenggarakan program Seminar Nasional dengan tema 'Paradoks Indonesia", yaitu suatu diskusi ilmiah berskala nasional yang dihadiri oleh para Profesor/guru besar, dosen dan para cendikiawan sebagai narasumber dari perwakilan seluruh Indonesia. 
Acara ini dirancang khusus untuk cendekiawan, dosen. guru, pengamat dan penikmat.
Diskusi yang berkualitas untuk selanjutnya bisa menyampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia tentang permasalahan Indonesia saat ini. lstilah paradoks sendiri merupakan pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.    Lalu apa saja Paradoks di negara tercinta kita Indonesia? Lalu bagaimana solusinya? 

Seminar Nasional "Paradoks Indonesia" merupakan satu diskusi hangat para profesor Indonesia untuk mengulas sebuah buku karya Prabowo Subianto berjudul "PARADOKS INDONESIA: Negara Kaya Raya, tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. 
 Dalam seminar ini hadir pembicara sebanyak 24 Perwakilan Profesor dari seluruh Indonesia sebagai narasumber seminar sekaligus memberikan masukan dan diskusi terkait buku tersebut. 
 Seminar ini merupakan diskusi akademis yang digagas oleh para guru besar dan cendikawan tentang Pandangan Prabowo untuk membangun kesadaran .bersama 

mengenai data kemiskinan, demografi penduduk Indonesia, gejolak dan pula kondisi sosial-ekonomi-politik yang telah sangat mengkhawatirkan. Dimulai dari indeks Gini 

(koeHsien dalam ilmu ekonomi tentang pemerataan pendapatan) Indonesia menurut data Credit Suisse Global Report berada pada angka 0,49. Angka tersebut beratti 1% orang terkaya (hanya 2,5 juta orang) menguasai 49% kekayaan negara. Hanya 2,5 )uta orang dan' sekitar 250 juta penduduk atau 1:100. "Menggunakan Iogika paling sederhana pun, angka ketimpangan ini telah teramat besar" kata Juliana Wahid selaku 
Ketua Panitia. Dalam kegiatan seminar nasional hari ini,
ribuan peserta akan diajak bersama-sama 
untuk menganalisa atas permasalahan bangsa dan daiajak untuk berpikir kritis. logis dengan asas saintiflk memformulasikan solusinya.

Kami berharap para peserta bisa belajar membaca situasi, sadar akan fakta dan bergerak untuk mencapai tujuan mulia bersama. Kami ingin masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote mendapat keuntungan akademis sebesar-besarnya dari pengalaman yang masih langka ini." terang Juliana Wahid, ketua panitia acara ini. 

Perserta seminar merupakan perwakilan dari profesor, dosen, guru, para cendikiawan, mahasiswa ribuan orang dan diselenggarakan oleh lnstitut Madani Nusantara (IMN) yang merupakan lembaga non profit yang bergerak atas dasar perjuangan bangsa untuk menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan lebih bermartabat. 

Dalam buku yang dikaji pada seminar kali ini, dari segi Ekonomi, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dalam bidang pertanian. iklim Indonesia yang tropis merupakan keunggulan komparatif yang tak dimilki bangsa lain.

 Pertanian Indonesia harus benar-benar diperhatikan, pesan pak Prabowo dalam buku ini. Sarana dan prasarana harus diperbaiki, sistem irigasi penyediaan traktor dan mekanisasi pertanian. pupuk harus murah dan baik, hulu ke hilir harus terkoneksi dengan baik, pasar diciptakan dengan penentuan harga atap dan dasar yang menguntungkan petani, penjaminan pertanian dilakukan dengan baik, 11 juta hektar lahan yang masih menganggur perlu dibuatkan kebijakan yang baik agar dapat dimanfaatkan, pabrik pabrik agroindustri didirikan dekat dengan kawasan pertanian. Pertanian dalam arti luas kata itu, kelautan, perikanan, perkebunan. Kalau mau negara kuat, rakyatnya juga kuat karena makan bergizi dan cukup. 
Bahan makanan harus mudah didapat dengan harga murah. Kemandirian pangan ditegakkan, kedaulatan pangan dikuatkan. 

Prabowo menulis; "Prabowo tidak bisa jadi kacung kamu! Indonesia tidak mau jadi kacung kamu! Kita mau jadi sahabatmu. Kita mau jadi kawanmu. Kita mau jadi mitramu, tapi kita tidak mau jadi kacung siapapun di dunia." Jelas Prabowo dalam Seminar Nasional yang diadakan di Hotel Grand Sahid Jakarta pada Sabtu 1/9/2018.

Harapan dan rekomendasi dari seminar nasional ini dapat menjadi bagaian dari formulasi solusi untuk arah Indonesia yang lebih baik.

  (Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM