Home » » Belajar dari Kasus Surabaya, FIK UI Lakukan “Kajian Strategis Manajemen Risiko” Disosialisasikan Melalui Seminar dan Workshop Nasional

Belajar dari Kasus Surabaya, FIK UI Lakukan “Kajian Strategis Manajemen Risiko” Disosialisasikan Melalui Seminar dan Workshop Nasional

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Sabtu, 15 September 2018 | 02.12

Bidikfakta.com- Depok,September 2018, Program Studi Magister Ilmu Keperawatan Peminatan Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK-UI) melakukan pengabdian masyarakat berupa kajian strategis manajemen risiko dengan mengusung tema "Kajian Strategis Manajemen Risiko Bagi Manajer Keperawatan Dalam Keselamatan Pasien". Kasus Surabaya menyebabkan seorang perawat dituntut di meja hijau karena ketidak puasan pasien dan keluarga. Belajar dari kasus tersebut Hal maka Manajer Perawat dan staf harus melaksanakan Asuhan Keperawatan secara Profesional, butuh mengidentifikasi risiko-risiko yang muncul dalam suatu interaksi asuhan, untuk itu diperlukan suatu," Manajemen Risiko.'

Manajemen risiko harus dilakukan dengan serius karena dapat berakibat fatal baik kepada pasien, keluarga pasien, petugas rumah sakit, bahkan perawat yang bersangkutan. Kemampuan merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi manajemen risiko harus dimiliki oleh manajer keperawatan sebagai pemimpin organisasi keperawatan dan sebagai bagian organisasi pelayanan kesehatan.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien menyebutkan bahwa system pelayanan kesehatan harus menjamin pelaksanaan asuhan pasien menjadi lebih aman melalui upaya yang meliputi asesmen risiko; identifikasi dan pengelolaan risiko pasien pelaporan dan analisis insiden; kemampuan belajar insiden dan tidak lanjutnya; serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko; dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil. Berdasarkan hal itu maka sudah menjadi kewajiban bagi semua rumah sakit untuk melakukan kegiatan manajemen risiko yang dintegrasikan kedalam seluruh unit pelayanan Rumah Sakit.

Pengabdian masyarakat yang diketuaioleh Dr. Rr.Tutik Sri Hariyati, S.Kp.,MARS ini melibatkan beberapa pakar yang sudah berpengalaman dalam bidang manajemen risiko dan didukung mahasiswa program kepemimpinan dan manajemen keperawatan angkatan 2017 yang juga merupakan praktisi perawat dari berbagai rumah sakit di Indonesia. Diharapkan kegiatan ini akan menghasilkan suatu kebijakan dan pedoman yang membantu perawat manajer dalam mengelola manajemen risiko di pelayanan kesehatan khususnya di rumahsakit. Luaran kajian berupa bukuber-ISBN danpolicy brief serta mengadakan sosialisasi melalui seminar dan workshop yang diselenggarakan padatanggal 15 September 2018 bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana FIK UI Depok.

Seminar dan workshop nasional ini dihadiri oleh berbagai lapisan pembuat kebijakan di rumahsakit dan perawat dari berbagai instansi di seluruh Indonesia sehingga diharapkan memiliki kewaspadaan yang lebih dengan menerapkan manajemen risiko di instansi masing-masing. Pada akhirnya kita berharap, kegiatan pengabdian masyarakat yaitu kajian strategis manajemen risiko inidapat meminimalisir kejadian-kejadian tak diharapkan seperti kasus Surabaya.

Pengabdian masyarakatinijuga merupakan salah satu rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat UI pedulikajian yang terselenggara atas dukungan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) UI.


Depok, 7 September 2018

Pengabdi Masyarakat

Principal Investigator

Dr.Rr.Tutik Sri Hariyati, SKp.,MARS

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM