Home » » Penertiban Reklame Di DKI Jakarta Terkesan Tebang Pilih

Penertiban Reklame Di DKI Jakarta Terkesan Tebang Pilih

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 14 September 2018 | 17.57

*Di Duga Di Tunggangi Oknum Tak Bertanggung Jawab, Penertiban Reklame Di DKI Jakarta Terkesan Tebang Pilih*



Kepala Pimpinan Bidang Trantibum Satpol PP DKI Jakarta, Jan H Oslan, menegaskan tidak dibenarkan penertiban reklame yang dilakukan dengan sepihak tanpa adanya surat teguran.

"Semua ada aturan dan prosedurnya, jika ada laporan masuk maka kami akan melakukan peneguran melalui surat dahulu, " ujar Jan H Oslan kepada Seorang Wartawan diruang kerjanya, Kamis (13/9) kemarin.

Dalam melakukan penertiban, lanjut Oslan, harus dilakukan sesuai SOP, ada tekhnis dan mekanismenya.

Sementara itu, menanggapi terkait adanya penertiban yang dilakukan oleh oknum Pol PP atas inisial SD menjadi catatan untuk dilakukan kroscek dan Menindaklanjuti.

"Saya tidak mengetahui hal itu dan anggaran penertiban reklame pun belum ada untuk kegiatan tersebut dan atas nama SD yang menertibkan itu bukan anggota Trantibum saya," Ujarnya.

Hal sama dikatakan Sekretaris Kepala Dinas Satpol PP DKI Jakarta, Kusmanto, bahwa dirinya mempertanyakan terkait anggaran penertiban itu.

"Itu anggaran dari mana. Kok belum ada anggarannya tapi penertiban bisa dilakukan?," tanyanya heran.

Sambung Kusmanto, "itu kan kecil reklamenya, paling panggil tukang las berapa biayanya, mungkin pakai anggaran pribadi untuk menertibkannya," Jelasnya.

Berdasarkan informasi oleh seorang Wartawan media , ada barang titipan milik 21 alias Kepala Dinas Satpol PP DKI Jakarta.

"Ini barang titipan dari Provinsi DKI Jakarta milik 21 atau Kepala Dinas Satpol PP DKI Jakarta ke Kaman selaku penanggung jawab gudang Satpol PP Jakarta Selatan," ucap SD.

Prihal tersebut pun dibenarkan oleh Kepala Seksi Operasional Satpol PP DKI Jakarta, Hari Apriyanto saat di konfirmasi oleh Wartawan , bahwa reklame tersebut titipan milik pimpinannya.

Ada apakah dibalik penertiban sepihak itu, sedangkan di kawasan kendali ketat Jl.S Parman, Jl.Gatot Subroto, Jl. MH. Thamrin, belum ada penertiban Reklame Raksasa yang besar-besar masih berdiri kokoh, sedangkan Peraturan Gubernur NO.148 tahun 2017 menyatakan Reklame lama harus ditertibkan apalagi Reklame yang baru dinaikan itu melanggar Pergub yang berlaku

(Red/Tim)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM