Home » » Forum Group Diskusi Pemuda "Milenial" Provinsi DKI Jakarta

Forum Group Diskusi Pemuda "Milenial" Provinsi DKI Jakarta

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 02 Oktober 2018 | 02.09

Forum Group Diskusi Pemuda "milenial" Provinsi DKI Jakarta

bidikfakta.com,Jakarta

Menindaklanjuti perintah Gubernur DKI Jakarta perihal apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta, dalam hal ini pemuda.

PLT Kaban Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri (2/09/2018) mengatakan bahwa testimoni harus terekam betul,
bagaimana kita mengumpulkan ide-ide teramaping, dimana operasional kegiatan  pembangunan masyarakat Jakarta ini berjalan serta terumuskan dalam bentuk aksi.

"Lalu diviralkan perubahan mindset menjadi trend anak muda," ungkapnya disela kegiatan Focus Group Discusion bersama Pemuda Se DKI Jakarta di Ruang Rapat Kantor Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta.

Dijelaskannya bahwa bagaimana kita bisa masuk pada pemikiran kongkrit  mengembangkan wawasan kebangsaan.
Kita punya rumah,
Kita mau sempurnakan rumah kita.

Pemuda sekarang adalah pemuda milenial
harus menjadi leader untuk aksi yang kongkrit.
Contoh pagelaran seni budaya untuk pemuda, pelatihan kerja. Sehingga dapat meminimalisir gesekan di masyarakat, disebabkan kurangnya komunikasi dan "lapar".

"Oleh karena itu perlu dimusyawarahkan apa yang bisa dikerjakanoleh pemuda, aksesnya di perhatikan, dan
menggiring pemikiran negatif menjadi positif," jelasnya.

Menurut Gubernur Provinsi DKI Jakarta bahwa pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan.

"Mari bersama kita rumuskan satu persatu, peran pemuda dalam menjaga Jakarta," tandasnya.

Perwakilan Karang Taruna, Nuruddin mengatakan bagaimana membangun pemuda yang lebih baik.
Perumusan, permasalahan dan kebutuhan, akan kita buat program, menyusun kebutuhan pemuda dalam menjaga
kondisi masyarakat Jakarta, dan menemukan formulasi.

"Kita buat kesimpulan untuk Bapak Gubernur," ujarnya.

Perwakilan Topeng Blantek, Abdul Aziz menyatakan bahwa sangat "urgen" di tiap Kecamatan di Jakarta dibentuk Kampung Budaya.

"Seperti contoh bahwa
pada 29-30 Oktober 2018 pemuda Kec. Pesanggrahan Jakarta Selatan bersama seluruh elemen budaya dan masyarakat akan membentuk Kampung Budaya Silat Beksi Petukangan," tegasnya.

Kampung budaya silat
Beksi bertujuan membentuk kepribadian
Pemuda yang cinta budaya dalam
Mengangkat budaya lokal.

Perwakilan SAPMA Pemuda Pancasila menanggapi
Pesan pak Gubernur menjadikan pemuda yang penuh inspirasi.
Tingkat sekolah dan kampus.
Fokus jadi satu momentum sumpah pemuda.
Yang ingin kita lakukan adalah apel siaga, yang dihadiri oleh milenial, oleh pemuda.

Karena kalangan pemuda untuk wawasan kebangsaan minim, lebih suka nongkrong.

"Menancapkan Momentum 28 Oktober 2018 dengan apel pemuda," katanya.

Perwakilan OI menegaskan bahwa anak jalanan harus diberikan hak mereka, kreativitas mereka yang senang musik.

"Pemerintah bisa mengangkat mereka.
Ada orang, butuh wadah," terangnya.

Ega, dari Gerakan Pemuda Islam mengatakan
melihat pemuda kini kehilangan ideologi. Oleh sebab itu perlu langkah panjang dalam rangka pembinaan pemuda.
Kumpulkan untuk sesi dibina.
Ada satu sesi, Kesbangpol turun.
Visi misi apa maunya pemuda.
"Ada waktu tertentu kita bersama dan tentunya di
Internal ada Anggaran pembinaan," sambungnya.

Apsa, Asosiasi Pemuda Membangun Bangsa bahwa dengan
keterbatasan kreatifitas,
kita perlu wadah selain KNPI.
Atau semacamnya.
Generasi milenial, interaksi.
Kita tidak bisa rapat seperti zaman dahulu. "Sekarang era digital, seperti
Live streaming bersama menteri agama," tegasnya.

Kreatifitas untuk di perlombakan, atau festival.

Founder, Komunitas Cinta Pejuang Indonesia menyatakan perlunya kegiatan rekontruksi
Atraksi pertempuran, perang-perangan, treaktikal, lomba kepahlawanan.
"Parade Pelajar, dari TK - Mahasiswa.
Lomba orasi," imbuhnya.

Disabilitas Kreatif Indonesia, menambahkan bahwa Disabilitas,
Mereka punya kemampuan, skill, mengusulkan tempat2 kreatif, supaya teman2 bisa kreatif, dan bisa di jual.

Tempat kreatif, mendapatkan fasilitas dan akomodasi serta wadah.
Akses pekerjaan.
Pemerintah harus punya divisi sendiri, utk disabilitas.
Karena hanya mereka yg mempunyai dan mengerti kebutuhan mereka.
"Disabilitas agar di libatkan dalam pembangunan fasilitas pemerintah," harapnya.

Perwakilan Menwa, Ayu mengatakan bahwa akan mengadakan acara 26-28 Oktober 2018.
"Ada kemah kebangsaan " bersatu dalam perbedaan" yang mengundang ormas OKP, BEM, perti dan menwa," jelasnya.

Selanjutnya setelah seluruh perwakilan telah memberikan usulan, akhirnya rapat tersebut menghasilkan beberapa Kesimpulan :

1. Tgl 28 Oktober 2018
Apel Akbar dan pagelaran seni dan budaya.
SeDKI, semua ormas kepemudaan di undang.

2. Membuka pintu komunikasi dari pemerintah ke pemuda, dalam rangka ekonomi kreatif pemuda, utk kepemudaan. Melalui teknologi milenial.
Digitalisasi.

3. Pelatihan atau pendidikan kepada pemuda dalam rangka pemahaman ide wasbang, kebijakan pemerintah.
Sosialisasi bahaya narkoba.

4. Peran pemuda dalam rangka membangun seni budaya adalah membuat kampung budaya di setiap kecamatan SE DKI Jakarta.
Mengangkat Potensi Lokal
Melibatkan pemuda, disabilitas, anak jalanan dll.

5. Olah raga.
Sepanjang tahun
Gubernur cup,
Turnamen antar pemuda sepanjang tahun.

6. Memberikan apresiasi kepada ormas dan OKP kepemudaan/perorangan yang berprestasi dalam bidang masing-masing.
Piala Gubernur DKI Sepanjang tahun.

7. Kegiatan sosial kepemudaan sepanjang tahun dalam rangka membuat Jakarta bersih.
Dengan peduli lingkungan dalam bentuk kegiatan massal.

Catatan :

Peran Pemprov DKI Jakarta dalam pembinaan pemuda DKI Jakarta.
Untuk perumusan hanya perwakilan saja.
Setelah dibahas team pakar.
Kesepakatan beberapa utusan.
SKPD berkolaborasi
Dengan program.
Kesbangpol unsur pendukung.

(Eva Andryani)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM