Home » » ITL Trisakti Menyelenggarakan Seminar Nasional Dengan Tema " How Indonesia Airline Industry Survives From Currency and Fuel Price Turbulence"

ITL Trisakti Menyelenggarakan Seminar Nasional Dengan Tema " How Indonesia Airline Industry Survives From Currency and Fuel Price Turbulence"

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 12 Oktober 2018 | 22.03

Bidikfakta.com- Jakarta, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti menyelenggarakan Seminar Nasional dengan Tema " How Indonesia Airline Industry Survives From Currency and Fuel Price Turbulence" bertempat di Auditorium Kampus ITL Trisakti, Jumat (12/10/2018).

Seminar tersebut menghadirkan pembicara - pembicara yang ahli dalam bidangnya antara lain Wismono Nitidihardjo (Kepala Riset INACA), Toto Nurcahyo (Direktur Komersial Sriwijaya Air), Agus Irianto (Vice President Revenue Citilink), Rita Rompas (IATA Country Manager for Indonesia), Soerjanto Tjahjanto (KNKT), Charles AN (Dosen ITL Trisakti).

Diadakannya Seminar Nasional tersebut bertujuan antara lain untuk memperkenalkan perubahan nama STMT Trisakti menjadi ITL Trisakti, memperkenalkan beberapa narasumber kalangan transportasi dari industri penerbangan dan dosen ITL Trisakti, kemudian mahasiswa transportasi udara dapat lebih memahami permasalahan kondisi industri serta maskapai penerbangan saat ini dan menjawab permasalahan apakah airline dapat bertahan terhadap kurs dollar dan fuel pada kondisi Indonesia saat ini, kemudian maskapai berharap pemerintah mau mengubah tarif batas bawah menjadi 35% dari semula 30% untuk mencover kenaikan fuel dan USD karena pelemahan Rupiah berdampak pada gelapnya langit dunia penerbangan.

Seperti kita tahu, perkembangan harga fuel dan fluktuasi harga nilai tukar Dollar terhadap Rupiah menjadi faktor yang sangat krusial bagi industri penerbangan.

Berdasarkan pertemuan ICAO di Teheran pada 2017 lalu telah dijelaskan bahwa Flight Direct Operating Costs (DOC) berasal dari biaya gaji Pilot, fuel atau bahan bakar, maintenance dan kepemilikan pesawat merupakan 50% dari pengeluaran maskapai penerbangan dalam setiap penerbangan.

Sementara itu isu klasik sedang hangat diperbincangkan saat ini, oleh sebab itu menjadi acuan ITL Trisakti dan MNC Group untuk membuat Seminar Nasional tersebut sebagai wadah tukar pendapat yang nantinya akan dapat menjadi arah kebijakan regulator maupun maskapai penerbangan untuk dapat mampu bertahan di industri penerbangan Indonesia.

Disela acara DR. Ir.Tjuk Sukardiman selaku Rektor ITL Trisakti mengatakan "  Maksud dari ITL Trisakti menyelenggarakan Seminar Nasional ini adalah untuk memberikan kontribusi pemikiran pada semua industri penerbangan dan juga pemerintah bagaimana terjadinya kenaikan kurs Dollar terhadap Rupiah dan kenaikan fuel biaya penerbangan sehingga mempengaruhi bagaimana tingkat persaingan antar perusahaan penerbangan itu sendiri", paparnya dihadapan awak media.

" Dengan demikian sulitnya bagaimana perusahaan penerbangan untuk bersaing dan akhirnya nanti akibat terjauh adalah akan terjadi fenomena cartel, yang kecil- kecil tutup maka tinggal yang besar- besar saja dan ini membahayakan industri penerbangan nasional kita", ujar Rektor.

Menurut Rektor, salah satu alternatif yang diusulkan oleh ITL adalah mungkin adanya regulasi dari pemerintah dengan memperhatikan adanya Dollar terhadap Rupiah .

"  Juga bagaimana dipikirkan regulasi untuk mengintervensi, seperti pidato Ketua tadi , harus diselesaikan secara integral, komprehensif antara regulator/ pemerintah dan juga masyarakat industri secara keseluruhan.

Pemerintah sekarang ini melakukan batas atas dan batas bawah, itu yang sekarang diberlakukan dan ini apakah perlu dipertahankan atau tidak ", tegas Rektor.

Saat yang sama Mayjen TNI (Purn) Dr. Djanadi Bimo Prakoso, MPA,MSC, selaku Ketua Umum Yayasan Trisakti mengatakan " apa yang sudah disampaikan oleh Rektor tadi sudah betul, memang kita harus konsolidasi dilihat bagaimana yang gemuk bisa diperbanyak rutenya, yang kurang efisien dikurangi dan bagaimana cara penghematan dilakukan dalam take off maupun landing pesawat. Itu salah satu cara dan ada teknik- tekniknya, kita harus saling membackup dalam keadaan sulit bagaimanapun kita harus saling membantu saling berpegangan tangan untuk maju bersama", paparnya.

Juliater Simarmata selaku Warek IV juga menambahkan bahwa " ini merupakan bentuk kontribusi dari ITL Trisakti kepada bangsa, namun disamping itu pimpinan dari ITL Trisakti, Ketua Yayasan ataupun Rektor mengundang anak- anak terbaik bangsa Indonesia yang mau belajar dan bekerja nanti di industri transportasi dan logistik dan  diberikan kesempatan untuk diberi beasiswa penuh untuk kuliah di ITL Trisakti gratis tanpa dipungut biaya satu Rupiah pun  dan bisa dikunjungi website ITL Trisakti untuk memperoleh kesempatan tersebut  yakni untuk menciptakan SDM - SDM kedepannya yang mengurusi bidang transportasi dan logistik dan saya kira ITL Trisakti tempat terbaik untuk itu", ujar Juliater.
(RD)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM