Home » » Proses Pemulihan 10 Hari Pasca Gempa Lapas Rutan Donggala

Proses Pemulihan 10 Hari Pasca Gempa Lapas Rutan Donggala

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 08 Oktober 2018 | 06.22

PROSES PEMULIHAN 10 HARI PASCA GEMPA LAPAS RUTAN DONGGALA


Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (PAS)  menyampaikan laporan dalam jumpa Press mengenai  penernuan DPO bagi penghuni lapas rutan yang tldak tau belum kembali ditetapkan setelah Lapas Rutan dianggap siap untuk menyelenggarakan layanan dasar dan hunian yang sudah dianggap layak ditempati" jelas Sri Puguh Budi Utami Direktur Jenderal Pemasyarakatan. menanggapi status penghuni lapas. rutan  didaerah Palu dan Donggala yang tidak berada ditempat, Senin (8/10), Direktorat Jenderal Permasyarakatan. 

Penilaian sudah layaknya lapas rutan untuk dihuni adalah berdasarkan hasil evaluasi Tim Kanwil Kemenkumham Palu dan Tim Satgas Penegakan Hukum dan Layanan Dasar Dirjenpas Evaluasi dititik beratkan pada pemenuhan kebutuhan dasar penghuni. seperti  makan. minum, dukungan kesehatan, ketersedlaan air dan Iistnk sena kamar human yang oukup layak untuk ditempati.

Utami mengatakan bahwa saat ini kondisi Lapas rutan yang terkena dampak masih dalam kegiatan pemulihan dan rehabilitasi sehngga belum blsa secara maksimal menyelenggarakan kegiatan layanan. 

Melakukan pemulihan tingkat ringan pada Iapas yang mengalaml keretakan bangunan dan melakukan pemullhan tingkat berat pada Lapas Palu terhadap robohnya tembok luar dan tembok antar bangunan 

'Apalagi Rutan Donggala yang mengalami kerusakan total akibat pembakaran, sehingga ditetapkan rumah dinas kepala rutan menjadi kantor sementara ' ujar Utami.

Selain pemulihan fisik bangunan dan fasilitas layanan, langkah yang harus dllakukan adalah pendataan terhadap narapldana / tahanan yang telah berada diluar lapas rutan , sebagai akibat upaya penyelamatan dliri dan ancaman robohnya bangunan dan dampak gempa tsunami Iainnya, 

'Setiap hari sekitar 200 narapidana tahanan yang melaporkan diri, untuk Itu kami sangat mengapresiasi bagi mereka yang melaporkan diri. Karni anggap mereka menjalankan pidananya," Utami kembali menjelaskan. 

Data terakhir menunjukkan per tanggal 8 Oktober (hari ini) terdapat 364 orang penghuni yang melaporkan diri di masing masing Iapas rutan.Sebelum terjadinya gempa jumlah huruan di 6 UPT tersebut adalah sebanyak 1664 orang. Saat ini jumlah narapldana tahanan yang berada di dalam Iapas rutan adalah 204 orang, Penghuni yang melaporkan diri sebanyak 364 orang , sedangkan yang belum diketahui sejumlah 1096 orang.

'Untuk itu hari ini kami kembali menghimbau kepada seluruh narapldana tahanan yang berada diluar untuk sewa rutln melaporkan diri sebagai wujud Itikad baik untuk melanjutkan kembali masa pidananya, sampai dengan berfungsinya kambali secara utuh layanan lapas rutan. mereka harus menjalankan sisa pidananya di dalam lapas rutan sesuai dengan aturan yang beriaku,' ungkap Utami Iagi 

"Namun kami menyadari sepenuhnya keterbatasan dan proses pemulihan dan rehabilitasi lapas rutan yang membutuhkan waktu dan biaya, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan dasar, seperti penyediaaan makanan, dukungan fasilitas kesehatan, Listrik, air dan juga tempat hunian,' 

'Kami telah membentuk Tim Satgas Penegakan Hukum dan Layanan Dasar, yang akan melakukan pendampingan, evaluasi dan bantuan peneyelenggaraan Iayanan dasar di Lapas rutan yang terdampak gempa tersebut sampai dengan fungsi lapas rutan dan berjalan secara utuh kernbali,' pungkas Utami yang mengakhiri pada Press konferensi.             (Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM