Home » » KASAL BERI BEKAL “MARITIME LEADERSHIP” PADA PASIS DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-56 TP 2018

KASAL BERI BEKAL “MARITIME LEADERSHIP” PADA PASIS DIKREG SESKOAL ANGKATAN KE-56 TP 2018

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Selasa, 06 November 2018 | 05.41

Bidikfakta.com- Seskoal, 6 November 2018, -- Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., memberikan pembekalan menjelang berakhirnya pelaksanaan pendidikan bagi 135 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-56 TP 2018 yang terdiri dari 125 Pasis TNI Angkatan Laut, 2 Pasis masing-masing dari TNI AD dan TNI AU serta 6 Pasis mancanegara masing-masing dari Australia, Malaysia, Singapura, India, Pakistan, Fiji di Kelas Gabungan Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir-Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

 

Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc. D.E.S.D berkesempatan membacakan kutipan Riwayat Hidup Pemimpin Tertinggi Angkatan Laut ini dihadapan para pejabat utama Mabesal, para Pejabat Utama Seskoal, Patun dan Dosen serta Para Pasis.

 

Pada kesempatan ini Kasal memberikan pembekalan mengenai "Maritime Leadership" menyampaikan bahwa sebagai calon Pemimpin TNI AL harus memiliki Kepemimpinan Strategis antara lain memiliki visi jangka panjang dengan tujuan yang jelas, kompleksitas yang sangat tinggi, memiliki perspektif dengan cakupan yang luas, dan harus memiliki kemampuan mempengaruhi yang kuat.

 

Lebih lanjut dikatakan, terdapat filosofi dan nilai-nilai kepemimpinan Maritim yang harus dimiliki oleh seorang Pemimpin Maritim ialah Prinsip Sun Tzu adalah seorang pemimpin bangsa harus mengetahui dan memahami kondisi bangsa dan lingkungan di sekitarnya sehingga akan selalu mampu bertahan dan mampu mensejahterakan rakyatnya , Prinsip Navigasi adalah seorang pemimpin bangsa harus mampu memetakan persoalan sehingga akan mengambil keputusan yang tepat tentang keputusan haluan Negara, Prinsip Komunikasi adalah seorang pemimpin bangsa harus memiliki kemampuan diplomasi untuk menyampaikan kepentingan pada dunia Internasional dan menghindari konflik dengan Negara lain, Prinsip Kebaharian adalah seorang pemimpin Negara harus merawat dan menjaga perbatasannya, melaksanakan patrol untuk memastikan tidak ada tindakan-tindakan pelanggaran hukum dan kedaulatan di wilayah perbatasan, dan Prinsip Kenahkodaan adalah seorang pemimpin bangsa harus memiliki kemampuan dan naluri tinggi dalam melihat tanda-tanda alam, kondisi bangsa, gelagat Negara lain, sifat pemimpin Negara lain sehingga mampu membawa Negara ini dengan aman.

 

Pada akhir pembekalan, Kasal memberikan penekanan terhadap prinsip-prinsip Kepemimpinan Maritim yaitu antara lain Pertama memiliki moral yang kuat, kejernihan hati, kejujuran; Kedua, memegang teguh akan janji dan sumpahnya ; Ketiga, mampu membaca akan petunjuk tentang laut dan mengimplementasikan dalam perbuatan dan perkataan ; Keempat, mendapat amanah untuk melindungi serta mensejahterakan rakyatnya ; Kelima, tidak merusak, menyakiti lingkungan maritime serta mampu menjaga keseimbangan dan kelestarian yang berkelanjutan ; Keenam, menyadari bahwa kekayaan alam ini bukan hanya untuk generasi saat ini tetapi untuk generasi mendatang ; Ketujuh, menghayati bahwa laut bagi bangsa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa, alat komunikasi dan transportasi antar wilayah, media pertahanan bangsa serta sumber kehidupan masa depan bangsa ; Kedelapan, mengingatkan bangsa harus pandai mensyukuri nikmat manakala bangsa mengingkari dan mendzalimi maka bangsa akan bertikai dengan bangsanya sendiri ; Kesembilan, memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tentang kemaritiman ; dan yang terakhir Kesepuluh, memiliki kekuatan untuk membawa serta menyakinkan kepada dunia sebagai bangsa maritim yang diakui kejayaannya.  

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM