Home » » KOMANDAN SESKOAL PEMBICARA SEMINAR INTERNASIONAL 4TH EU-ASEAN SEMINAR ON SECURITY AND DEFENCE

KOMANDAN SESKOAL PEMBICARA SEMINAR INTERNASIONAL 4TH EU-ASEAN SEMINAR ON SECURITY AND DEFENCE

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Senin, 03 Desember 2018 | 01.15

Bidikfakta.com- Seskoal, 3 Desember 2018, -- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksmanana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menjadi pembicara pada 4TH EU-ASEAN Seminar On Security and Defence, yang diselenggarakan atas kerjasama Universitas Pertahanan (Unhan) dengan European Security and Defence College (ESDC) bertempat di Hotel Ayana Midplaza Jakarta, belum lama ini.

Seminar EU-ASEAN on Security and Defence ke-4 yang bertemakan "Penguatan Kerjasama Pertahanan dan Keamanan" ini dibuka oleh Rektor Unhan Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP., berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 26-29 November 2018 serta dihadiri 74 peserta yang merupakan perwakilan 28 negara anggota Uni Eropa dan sepuluh negara anggota ASEAN, baik dari kalangan militer maupun non militer dan ditambah pejabat Komisi Uni Eropa dan Sekretariat ASEAN. Para akademisi dari beberapa perguruan tinggi dunia, pakar dan praktisi juga hadir berinteraksi membahas berbagai isu pertahanan dan keamanan dunia terkini. 

Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menjadi pembicara pertama pada panelis hari ke tiga forum ini, dengan   makalah berjudul "Countering Organized Crime and Managing Maritime Security in Indonesia". Dalam paparan tersebut, Danseskoal menjelaskan berbagai bentuk kerja sama keamanan maritim antara TNI AL dengan instansi- instansi lainnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang semakin efektif dari tahun ke tahun.

"Guna mengantisipasi dan mencegah berbagai bentuk kejahatan teroganisir yang berpotensi di masa depan, maka dibutuhkan konsep dan mekanisme baru melalui pembentukan Maritime Security Coordination Center (MSCC)," ungkap Danseskoal.

Lebih lanjut disampIkan bahwa, sesuai Hukum Laut Internasional 1982 serta berbagai peraturan perundangan nasional,  TNI AL dan Bakamla adalah dua institusi yang dapat membentuk MSCC, baik pada tataran pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sekaligus menjalin hubungan dengan Coordination Center milik negara-negara lain di kawasan.

Para peserta seminar internasional menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap pemerintah Indonesia dapat segera meresmikan MSCC sebagai salah satu implementasi kebijakan Poros Maritim Dunia.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM