Home » » Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb Selaku Ahli Memberikan Penjelasan Dalam Sidang Sengketa Hukum HKI Merek Antara ACC Dengan KlikACC

Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb Selaku Ahli Memberikan Penjelasan Dalam Sidang Sengketa Hukum HKI Merek Antara ACC Dengan KlikACC

Ditulis oleh : redaksi bidikfakta pada Jumat, 11 Januari 2019 | 19.20

Bidikfakta.com- Jakarta, Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb selaku Ahli memberikan penjelasan dalam sidang sengketa hukum HKI Merek antara ACC (milik PT. Astra Sedaya Finance/Penggugat) dengan KlikACC (milik PT. Aman Cermat Cepat/Tergugat), di PN Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019).

Suyud menjelaskan dihadapan majelis Hakim terkait adanya gugatan pembatalan merek. "Harus dinilai terlebih dahulu apakah merek TERGUGAT memiliki persamaan secara keseluruhannya maupun persamaan pada pokoknya dengan merek PENGGUGAT yakni sesuai hukum Acara, PENGGUGAT juga harus menerangkan dan membuktikan kepada Majelis Hakim Pengadilan Niaga apakah produk (barang/jasa) tersebut jasa yang sama dengan produk (barang/jasa) milik TERGUGAT," tutur Suyud.

" Selanjutnya apabila antara produk (barang/jasa) milik PENGUGAT maupun TERGUGAT tidak sama, maka tidak terpenuhi unsur-unsur produk sejenis, sehingga PENGGUGAT tidak memiliki cukup bukti untuk mengajukan gugatan pembatalan merek kepada TERGUGAT," jelas Suyud menambahkan.

Menurutnya sesuai dengan Pasal 1 angka (5) juncto Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (selanjutnya disebut UU Merek) ditentukan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri Merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Hak Eksklusif untuk waktu 10 tahun sejak tanggal penerimaan (filing date), untuk selanjutnya dapat diperpanjang untuk waktu yang sama (Pasal 35 ayat (1) dan (2).

" Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa," paparnya.

"Dari penjelasan berrdasarkan perbandingan dalam tabel diatas, kami jelaskan sebagai berikut: Masing-masing gambar/ logo/ merek merupakan satu kesatuan (unity) antara gambar, nama, tulisan, komposisi warna. Logo/ merek "ACC" milik PENGGUGAT berbeda dengan Logo/ merek "KlikACC" milik TERGUGAT, baik mengenai bentuk gambar, huruf, susunan warna, cara penulisan, cara penempatan atau kombinasi antara unsur warna maupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam kedua Logo/merek tersebut. Logo/ merek "ACC" milik PENGGUGAT tidak memiliki kesamaan pada keseluruhannya (totally identical) maupun persamaan pada pokoknya (principally similar) dengan Logo/ merek "KlikACC" milik TERGUGAT," terang Suyud.

Suyud menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan substantif Logo/ merek "KlikACC" milik TERGUGAT telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 20 juncto 21 UU No. 20 Tahun 2016, kemudian permohonan pendaftaran tersebut diterima, selanjutnya Logo/ merek "KlikACC" milik TERGUGAT telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek pada tanggal 10 April 2018, dengan No. Registrasi IDM000611517 pada kelas 36 untuk jenis jasa: asuransi, urusan keuangan, urusan moneter, jasa perbankan, bank devisa, bank kredit, bank pasar, bank tabungan, jasa tabungan, jasa deposito, jasa kartu kredit, pengiriman uang bank manual maupun elektronik, penanaman modal, konsultasi keuangan.

"Di dalam perkara ini mengenai Gugatan pembatalan pendaftaran Merek maka berdasarkan Pasal 76 UU Merek Gugatan pembatalan pendaftaran Merek dapat diajukan oleh pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan dalam hal ini adalah Pemilik Merek, Pemilik Merek tidak Terdaftar, Penerima Lisensi, termasuk pihak berkepentingan antara lain: jaksa, yayasan/lembaga di bidang konsumen, dan majelis/lembaga keagamaan," pungkasnya.
(RD)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM