Home » » Presiden Jokowi Menemui Nasabah PNM Mekaar Di Lapangan Bola Persima

Presiden Jokowi Menemui Nasabah PNM Mekaar Di Lapangan Bola Persima

Ditulis oleh : Unknown pada Selasa, 08 Januari 2019 | 21.44



Presiden Jokowi menemui nasabah PNM Mekaar di Lapangan Bola Persima, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Rabu 9/1/2019.

Sebelum menuju ke lapangan, Jokowi sempat berbincang dengan nasabah
PNM Mekaar yang memiliki usaha nasi uduk.

Jokowi berjalan kaki didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Dirut BUMN dan jajaran Muspida menuju ke lapangan Bola Persima.

Presiden Jokowi menyapa para kaum ibu yang menjadi nasabah PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

Program PNM Mekaar diketahui merupakan binaan PT Permodalan Nasional Madani (PT PNM Persero) yang digulirkan sejak November 2015 lalu.

Sebelum menuju ke lapangan, Jokowi sempat berbincang dengan nasabah
PNM Mekaar yang memiliki usaha nasi uduk.

Sesampainya di lapangan Bola Persima, orang nomor satu di Republik Indonesia itu langsung disambut dengan sorak ratusan kaum ibu yang sudah menunggu kehadiran Jokowi sejak pagi hari.

"Ibu-ibu sekalian penerima program Mekaar, saya sebelum kesini sudah melihat program Mekaar di Bogor. Program ini merupakan usaha super mikro yang dibantu oleh pemerintah di setiap provinsi. Diharapkan bisa naikkan usaha ibu semua, kan sudah dibantu Rp 2-3 juta. Semoga kedepan usaha dan cicilannya lancar," papar Jokowi.
Jokowi juga mengingatkan jangan sampai uang dari Mekaar digunakan untuk membeli baju baru apalagi untuk membeli handphone baru. Termasuk Jokowi juga meminta para nasabah agar disiplin dalam mengangsur.
Lanjut Jokowi mengajak dua ibu-ibu untuk berbincang. Saat memperkenalkan diri, ibu pertama mengaku bernama Sarma warga Tambora, nasabah Mekaar yang memiliki usaha warteg dan Rumini yang memiliki usaha tambal ban.
Pada Jokowi, Sarma bercerita pinjaman Rp 2 juta dari Mekaar digunakan untuk usaha menjual nasi warteg di depan rumahnya. Rata-rata para konsumennya adalah pekerja koneksi.

Setiap harinya, Sarma mengaku mendapat omzet Rp 150 ribu dan harus membayar cicilan per minggu Rp 90 ribu pada Mekaar.
Selanjutnya, Rumini menjelaskan dia menggunakan uang dari Mekaar untuk usaha tambal ban.
Uang pinjaman Rp 2 juta sudah digunakan untuk membeli perlengkapan tambal ban termasuk beberapa aksesoris motor.
"Pendapatan saya per hari tidak tentu pak, mungkin sekitar Rp 30 ribu. Kalau tambal ban kan pendapatan tidak mesti pak. Masa ban suruh bocor terus, kan gak mungkin," singkat Rumini yang langsung mengundak gelak tawa.

(Eva Andryani/Red)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM