Home » » Iran – Indonesia Sepakat Perluas Bidang Kerjasama

Iran – Indonesia Sepakat Perluas Bidang Kerjasama

Ditulis oleh : Unknown pada Rabu, 10 April 2019 | 14.04

KEMENTERIAN
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA



Iran – Indonesia Sepakat Perluas Bidang Kerjasama



"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkomitmen penuh dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Kami juga aktif terlibat dalam asosiasi, hubungan kerjasama dan kemitraan dengan negara-negara di dunia. Demi mewujudkan kesetaraan gender, menyuarakan suara perempuan dan anak sebagai kelompok rentan serta memastikan tersedianya lingkungan hidup yang ramah bagi anak," ujar Kepala Biro Perencanaan dan Data, Fakih Usman dalam sambutannya pada penutupan acara Berbagi Praktik Terbaik terkait Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Model Industri Rumahan (IR) di Kota Semarang, Jawa Tengah hari ini.

Fakih mengharapkan dengan adanya rangkaian kunjungan ini, Indonesia dan Iran dapat memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin selama ini. Serta dapat menindaklanjuti pertemuan ini dengan program yang positif dan inovatif untuk meningkatkan komitmen dalam pemberdayaan perempuan, ketahanan keluarga dan perlindungan anak sesuai MoU yang telah disepakati kedua negara pada Juli 2018 lalu.

Di hari ketiga ini, tujuh delegasi Iran yang dipimpin oleh Penasehat Senior Wakil Presiden Bidang Perempuan dan Keluarga, Zahra Javaherian melakukan dialog bersama perwakilan Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil (ASPPUK) untuk saling berbagi informasi dan pengalaman terkait proses pendampingan bagi perempuan pelaku IR dan usaha mikro (UM)   maupun dalam bidang pemberdayaan ekonomi secara menyeluruh di Indonesia. 

"Kami tertarik dengan pengalaman yang dibagikan ASPPUK dalam memberikan pendampingan kepada para perempuan di daerah khususnya di Klaten. Para perempuan di sana menyimpan sisa dana internal, sehingga mereka bisa mendirikan koperasi dan terkumpul hingga 6 Milyar pada 2000 orang," ungkap Zahra.

Lain halnya, pada sesi dialog dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Pusat (IWAPI), delegasi Iran tertarik untuk mengetahui lebih jauh bagaimana proses pembuatan hasil produk kerajinan tangan dari Cilacap. Produk tersebut berupa keranjang bambu yang dihiasi dengan anyaman kain batik. Mereka juga menanyakan terkait peranan IWAPI sebagai pengusaha dalam memfasilitasi pelaku usaha kecil. 

"Kami juga memiliki program IR di Iran yang bekerjasama dengan Republik China dan menggunakan sistem penjualan virtual expo.  Sistem penjualan ini dilakukan secara daring (online), hal ini bertujuan untuk mempermudah pembeli dalam transaksi. Pembeli dapat menghubungi pemerintah Iran agar bisa langsung berhubungan dengan pihak IR, jadi tidak melalui perantara. Produk yang dijual dalam transaksi ini pun memiliki harga yang relatif lebih murah. Hal ini tentunya mempermudah pelaku IR dalam menjual produknya," ujar Zahra 

Rangkaian kunjungan delegasi Iran di Indonesia yang berlangsung pada 8-10 April 2019 ini menghasilkan suatu rekomendasi. Di antaranya yaitu adanya pertukaran informasi penting antara kedua negara. Iran bisa melihat apa saja potensi di bidang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia. 
"Mereka yang awalnya tidak mengetahui bagaimana praktik tersebut, kemudian mencari tahu melalui kunjungan ini, dan tentunya Iran akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dengan program yang positif," ungkap Pakar Gender, Sulikanti Agusni yang juga menjadi fasilitator dalam rangkaian kunjungan delegasi Iran selama tiga hari ini.

Sulikanti menambahkan bahwa kunjungan ke Kab. Rembang kemarin, secara nyata juga telah mengekspose pengembangan model IR di Rembang. Pertemuan ini juga bertujuan untuk membuka peluang kerjasama di bidang perdagangan antara Iran dengan para pengusaha Indonesia, tidak hanya itu kerjasama juga diharapkan tidak hanya terjadi dalam bidang pemberdayaan perempuan, tapi dapat berkembang ke bidang lainnya. 

"Tentunya dibutuhkan sinergi banyak pihak untuk membuka peluang ini, seperti melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan dan lainnya. Di sisi lain IR juga harus terus dikembangkan lebih luas hingga ke ranah internasional, demi memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan yang tentunya ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutup Sulikanti. 

                                                                                                        

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM