Home » » Kongres Pres Indonesia 2019 Bugis - Makassar. Dukung Prabowo - Sandi.

Kongres Pres Indonesia 2019 Bugis - Makassar. Dukung Prabowo - Sandi.

Ditulis oleh : Unknown pada Rabu, 03 April 2019 | 03.05

Kongres Pres Indonesia 2019
Bugis - Makassar. Dukung Prabowo - Sandi.



Politikus Golkar yang mendukung Prabowo-Sandiaga, Erwin Aksa. 

Erwin Aksa menyebut Prabowo-Sandiaga mewakili dirinya sebagai Bugis-Makassar. Meskipun di antara keduanya tidak ada yang asli Bugis-Makassar. 

"Kita warga Bugis Makassar, keluarga perantau, kita tidak punya keterwakilan di pilpres ini, yang ada Bang Sandi, dia ada garis turunan dari Makassar-Bugis. Beliau seorang pedagang, seorang yang punya mental saudagar," ucap Erwin Aksa dalam sambutannya di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Rabu (3/4/2019). 


Erwin bercerita, JK tidak dipermasalahkan dengan pilihannya. Seperti diketahui, JK merupakan Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. 

"Apa yang kita deklarasikan, Pak JK sebagai negarawan setuju saja, ketawa-ketawa saja. Saya sampaikan, saya tidak minta izin. Saya sampaikan, karena kami di keluarga, karena seorang Bugis-Makassar, kita punya jiwa setia kawan. Itu juga yang sering PK JK sampaikan kepada kita semua," kata Erwin. 

Sandiaga Uno datang dengan menggunakan peci khas Bugis atau Songkok. Dia mendapat sarung khas Bugis sebagai simbolis pemberian deklarasi. 
 Cawapres Sandiaga Uno menghadiri deklarasi dukungan dari saudagar Bugis-Makassar Rantau. 

Sandiaga mengaku tidak bisa berlama-lama sambutan, apalagi orasi politik. Dia mengikuti imbauan KPU agar tidak melakukan orasi politik. 

"Hari ini, hari libur Isra Mikraj, tidak boleh orasi politik. Tapi bicara bagaimana persahabatan boleh tidak? Ekonomi lebih baik boleh tidak?" kata Sandiaga. 


Sandiaga bercerita saat kampanye di Makassar dan Palopo. Dia melihat masih ada masalah di Sulawesi Selatan. 

"Dengan Prabowo-Sandi, insyallah Sulsel jadi lokomotif pertumbuhan Indonesia. Saya catat ada beberapa orang tidak merasa keadilan di Sulawesi Selatan. Petani mengeluh karena adanya kebijakan impor," pungkasnya. 

(Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM