Home » » Lembaga Independen Koalisi Pemerhati Kecurangan Pemilu (KPK Pemilu) Mengawasi Pemilu Serentak.

Lembaga Independen Koalisi Pemerhati Kecurangan Pemilu (KPK Pemilu) Mengawasi Pemilu Serentak.

Ditulis oleh : Unknown pada Jumat, 12 April 2019 | 14.58




Lembaga Independen Koalisi Pemerhati Kecurangan Pemilu  (KPK Pemilu) Mengawasi Pemilu Serentak.              





                                                                                                                                                                                                Pemilu yang digelar untuk memilih presiden, wakil presiden serta anggota legislatif akan digelar serentak pada 17 April 2019. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut pergelaran pesta demokrasi lima tahunan itu. Namun berbagai persoalan muncul, salah satu yang terjadi adalah adanya dugaan kecurangan berupa vidio yang memperlihatkan bahwa surat suara pemilu yang telah tercoblos untuk salah satu pasangan capres dan untuk caleg dari parpol tertentu. 

Koalisi Pemerhati Kecurangan Pemilu (KPK Pemilu) sebagai salah satu lembaga independen yang mengemban misi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi Pemilu serentak 2019 agar berjalan dengan aman, damai, adil, dan demokratis memandang perlu untuk memberikan sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap proses demokrasi yang sedang berjalan. 

Konfefensi Pers yang digelar, pada Jumat, 12 /4/ 2019
Di ruang KPK Pemilu sekretariat, Gedung Graha Apic, Jalan  Ir. H. Juanda Gambir Jakarta Pusat.

Ketua KPK Pemilu
Harjono, SH dalam press konfrensi mengatakan, Proses pemilu KPK ini dalam rangka untuk menjadi sebuah lokomotif gerakan untuk masyarakat dimana mereka itu berani untuk melapor. "Kami statusnya independen tidak berpihak pada 01 maupun 02. mengingat kondisi bangsa ini cukup dalam tanda kutip genting, terkait konteks pemilu 2019 dengan hiruk pikuk panasnya serta kompetisi yang sangat signifikan di tahun 2019 ini berita hoax dan lain sebagainya, landasan kami berpikir bahwa, kalau ini tidak dicari akar permasalahannya ini tidak dirumut sedemikian rupa bisa jadi akan menimbulkan konflik konflik di tataran gresfool. Dan ini kemudian kami berpikir bukan di wilayah itu saja, tapi kami berpikir bahwa ada hal hal khusus terkait suksesi pemilu 2019. Banyak para politisi saat ini mengatakan bahwa konflik pemilu 2019 sangat memungkinkan, seandainya kita berpikir secara logika, konflik itu terjadi dan kita tidak punya data apa yang terjadi, tuduh sana tuduh sini. Kelompok yang satu bilang ini hoax, kelompok yang satunya lagi bilang ini rekayasa, tapi kalau kemudian ada lembaga lembaga meskipun ada Bawaslu dan lembaga lembaga lainnya yang didirikan, kami hadir ini untuk menyentuh wilayah wilayah yang mana tidak menutup kemungkinan Bawaslu tidak bisa menyentuh wilayah itu.pada dasarnya masyarakat itu untuk wilayah masyarakat Indonesia khususnya, saya melihat ada kekhawatiran terhadap mereka takut di bullyin takut terdeteksi dan lain sebagainya".

(Mulyadi)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM