Home » » Sertijab Direktur Eksekutif,PKBI Kuatkan Sinergi Jawab Tantangan

Sertijab Direktur Eksekutif,PKBI Kuatkan Sinergi Jawab Tantangan

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 14 April 2019 | 22.26


Sertijab Direktur Eksekutif,PKBI Kuatkan Sinergi Jawab Tantangan




Perkumpulan Keluarga Berencana lndonesia (PKBI) menyelenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Direktur Eksekutif di Wisma PKBI, Jakarta (15/4). Sertijab dilakukan oleh Direktur Eksekutif PKBI 2017-2019 Rr. Satyawanti kepada Eko Maryadi, jurnalis yang 

sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Aliansi Jurnalis independen (AJI) 2011-2014 dan Ketua Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) 2014-2018. 

Dalam sambutannya Ketua Pengurus Nasional PKBI lchsan Malik memberikan apresiasi sebesarnya atas kerja keras Direktur Eksekutif PKBI 2017-2019 selama memimpin PKBI. "Terima kasih kepada Ibu Wanti atas segala jasanya sebagai Direktur. Semoga ikatan yang terjalin baik tetap terjaga sebagai relawan PKBI sampai kapanpun," tutur lchsan Malik. 

ichsan Malik berharap Direktur Eksekutif yang baru dapat memberikan warna dan menguatkan sinergi dengan elemen internal dan ekstemai yang sudah dibangun sebelumnya. Hal ini 

dilakukan untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat Indonesia ke depan. 

"Sinergi dengan internal dan eksternal merupakan kekuatan yang kembali harus digiatkan 

PKBI. Eksekutif diharapkan menjadi lokomotif sekaligus jembatan komunikasi dalam menguatkan kepercayaan semua pihak. Untuk itu penguatan nilai-nilai organisasi harus menjadi garda terdepan dalam upaya pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi. Sehingga, keluarga yang bertanggung jawan dan toleran, sebagai kredo PKBI dapat terwujud di masyarakat," jelas lohan Malik. 

Pada dasarnya ada tiga hal filosotis yang selalu dikaitkan dengan "brand" PKBI, yakni kepeloporan, dikaitkan dengan program-programnya. Kemudian, kerelawanan dan kemandirian 

yang berkaitan erat dengan perjalanan organisasinya. Tiga hal ini harus dijaga benar untuk mewujudkan visi dan misi PKBI. 

Dewasa ini PKBI menghadapi dua tantangan sekaligus, pertama pada dimensi kelahiran dan kesehatan. Terlihat seperti berulangnya siklus yang terjadi pada tahun 1970-an di lndonesia. Tingkat kelahiran tinggi kembali. kematian ibu terus terjadi bahkan meningkat. Hal yang mengherankan, usia perkawinan usia muda kembali meningkat. ' 

Tantangan kedua, kecenderungan masyarakat Indonesia yang semakin intoleran terhadap segala perbedaan yang ada di masyarakat kita, seperti perbedaan agama, etnik, gender, 

disabilitas dan orientasi seksual. 

"Masyarakat kian jauh dari toleran. Perbedaan dianggap sebagai jurang pemisah. Padahal kita tahu bersama, perbedaan adalah sesuatu yang telah terberi. PKBI tanpa lelah akan terus 

mempromosikan toleransi di setiap tingkatan organisasi," tutur Ichsan Malik. 

Toleran pengertian dasarnya adalah menghormati perbedaan yang ada, bisa perbedaan agama, etnik, gender, disabilitas. Ketika seseorang atau sekelompok orang merasa tidak aman dan merasa terancam oleh kelompok lainnya, maka di sinilah akan lahir intoleransi. 

Sehingga ke depan, melalui berbagai programnya yang inovatif dan sinergi dengan berbagai pihak, PKBI akan terus berupaya menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, demi terciptanya keluarga yang bertanggung jawab dan toleran. 

Tentang PKBI Berdiri sejak 23 Desember 1957, Perkumpulan Keluarga Berencana lndonesia (PKBI) 

merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mempelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia. Saat ini, menghadapi berbagai permasalahan kependudukan dan kesehatan reproduksi, juga maraknya tindak intoleransi dalam keluarga dan terhadap kelompok 

minoritas, PKBI mengembangkan programnya berdasarkan semboyan "Mewujudkan Keluarga Bertanggung Jawab dan Toleran".

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM