Home » » Berdayakan Lahan Kosong, Satgas Yonif 725 Dorong Budi Daya Padi

Berdayakan Lahan Kosong, Satgas Yonif 725 Dorong Budi Daya Padi

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 26 Mei 2019 | 06.53

Bidikfakta.com- JAKARTA, tniad.mil.id - Memberdayakan lahan kosong di sekitar wilayah penugasan, Satgas Yonif 725/Wrg, mendorong masyarakat untuk budi daya tanaman padi.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 725/Wrg, Letkol Inf Hendry Ginting, S.S.IP.,dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Minggu (26/5/2019).

Diungkapkan Dansatgas, di wilayah perbatasan Papua Sektor Utara, tepatnya di Pos Towe Hitam dipimpin Letda Inf Abas, pada Sabtu (25/5/2019) dengan memanfaatkan lahan yang ada, mengajak sekaligus mengajarkan masyarakat untuk menanam padi.

"Selama ini bisa dikatakan masyarakat tidak pernah menanam padi, dan untuk makanan pokok hanya mengandalkan ubi dan singkong,"ujarnya.

Setelah dicari penyebabnya kata Dansatgas bahwa masyarakat tidak mempunyai pengetahuan bagaimana cara menaman padi.

"Bertitik tolak dari situasi itulah makanya Satgas mengajarkan masyarakat untuk mulai membiasakan diri membudidayakan tanaman padi, apalagi selama ini mereka tidak pernah disentuh dengan beras,"jelasnya.

"Kita prihatin dengan kondisi ini, kalau bukan kita yang membantu mereka siapa lagi,"urai Hendry Ginting.

Dirinya pun berharap, dengan adanya pendampingan dari prajurit kepada para petani, mereka pun makin termotivasi untuk belajar menanam padi.

"Semoga ke depannya, mereka juga dapat menikmati bagaimana rasanya jika makan dengan nasi,"tandasnya.

Perlu diketahui, masyarakat Towe Hitam selama ini mengaku tidak pernah membudidayakan tanaman padi dan hanya berkebun seperti menanam singkong, ubi dan lain sebagainya sebagai makanan pokok, karena tidak mengetahui cara membudidayakannya.

Hal ini diakui oleh Kepala Kampung, Martinus Kitani bahwa selama ini mereka tidak pernah menanam padi seperti yang dilakukan Bapak-Bapak TNI di Pos, karena tidak tahu caranya menanamnya.

"Kami berterima kasih kepada Bapak-Bapak TNI yang mengajarkan mulai membajak sawah, proses penyemaian sampai menanam padi,"tuturnya.

"Ini akan menjadi modal berharga bagi kami untuk mulai membiasakan diri untuk menaman padi, agar kami juga tahu rasanya makan beras,"pungkas Martinus. (Dispenad).

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM