Home » » Polri Menjaga Kamtibmas Dan Mengawal Juga Menjaga Peradaban Di Tengah-Tengah Perubahan Sosial

Polri Menjaga Kamtibmas Dan Mengawal Juga Menjaga Peradaban Di Tengah-Tengah Perubahan Sosial

Ditulis oleh : Unknown pada Kamis, 16 Mei 2019 | 05.10

Polri Menjaga Kamtibmas Dan Mengawal Juga Menjaga Peradaban Di Tengah-Tengah Perubahan Sosial


Tugas Polri selain menjaga Kambtimas, juga mengawal dan menjaga peradaban ditengah-tengah perubahan sosial. Acara ini merupakan wujud tanggung jawab Polri kepada publk terhadap pelaksanaan tugasnya mendampingi masyarakat di pegunungan Tengah Papua. 

Istilah "perdaban" dalam bahasa Inggris disebut Civilzation, yang secara umum dmaknai sebagai bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Sedangkan lebih luas adalah kumpulan sebuah indentitas terluas dari seluruh hasil budi data manusia.

Seorang Ilmuwan Amerika bernama Jared Diamond dalam bukunya "The World Until Yesterday" tahun 2018, mendiskripsi bahwa peradaban "zaman purba" itu baru saja terjadi kemarin. Dunia modern saat ini, baru berlangsung sebentar dalam sejarah manusia. Selama lebih dari 6.000.000 (enam juta) tahun yang lalu, manusia hidup dalam "dunia kemarin" yang saat ini pun masih tersisa di masyarakat tradisional kuno, yaitu sebagai pemburu, peramu hasil hutan

Peradaban tersebut masih dapat dijumpai di Indonesia, khususnya pada suku-suku asli di Pegunungan Tengah Papua.

Negara merupakan entitas modern yang terrbentuk sebagai komitmen kebersamaan dan kesepakatan. Negara harus hadir (exist) di setiap proses perubahan sosial dan dinamika, sehingga perlu diciptakan alat-alatnya sebagai bagian dari kelengkapan penjaga komitmen dan kesepakatan tersebut.

Terbentuklah salah satu alat negara yang dinamakan Polri, dengan mandat undang-undang sebagai "Penjaga Peradaban". Maka Polri harus bertindak sebagai pejuang kemanusian dan penjaga kehidupan.

Pimpinan Polri memahami berbagai gejolak dan permasalahan perubahan sosial di Papua, diantaranya sebagai berikut :

1. Masalah sejarah dan status politik
2. Merjinalisasi dan Diskriminasi
3. Kegagalam pembangunan
4. Kekerasan dan Pelanggaran HAM.

Adapun yang menjadi dasar dari semua permasalahan pada masyarakat di Pegunungan Tengah Papua adalah rendahnya kualitas kehidupan, terutama kesehjateraan dan pendidikan. Dengan demikian, kebijakan membentuk Operasi Nemangkawi, diharapkan menjadi solusi bagi pemecahan masalah tersebut. Salah satu fasilitas Operasinya adalah pendekatan kemanusian (Soft Approach), melalui Satgas Binmas Noken.

Istilah Noken bagi orang asli Papua bukan sekedar tas, kantong, atau bahkan wadah untuk membawa barang. Secara filosofi-kultural, Noken merupakan simbol kehidupan, martabat, dan peradaban yang menjadi alat permesatu keanekaragaman suku dan adat budaya orang Papua

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM