Home » » RTH Tubagus Angke Dijadikan Tempat Mesum Pada Bulan Puasa

RTH Tubagus Angke Dijadikan Tempat Mesum Pada Bulan Puasa

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 26 Mei 2019 | 23.09

RTH Tubagus Angke Dijadikan Tempat Mesum Pada Bulan Puasa


Beritautama.net JAKARTA - Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jl.Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan Jakarta Barat masih dipadati para pelacur dan lelaki hidung belang pada malam hari di bulan suci ramadan.


Dari pantauan Beritautama.net Minggu (26/5) malam terlihat puluhan pelacuran itu menderet mangkal di areal RTH atau Taman Kota Jalan Tubagus Angke. Mereka menunggu lelaku hidung belang.


Menurut Anita (Bulan nama sebenarnya) ia mangkal tetap mangkal menunggu lelaki hidung belang di areal pertamanan kota untuk bekal lebaran idul fitri.


"Lumayan saja, barang kali masih ada lelaki hidung belang, kan bisa untuk bekal lebaran," ujarnya Minggu (26/5).


Mangkal di area Ruang Terbuka Hijau (pertaman kota), kata Anita, sudah biasa dirinnya bersama teman-teman pelacurnya mencari mangsa di RTH Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.


"Hari biasa bukan di bulan puasa, saya dan teman-teman juga sudah biasa mangkal di jalan Tubagus Angke sini. Kami nekat melacur  pada bulan suci ramadan karena butuh biaya untuk lebaran idul fitri," kata Anita.


Ditanya kalau mendapat pasangan lelaki hidung belang dimana berbuat masumnya. "Itu ditanda terpal berukuran 1,5 x 1 meter, tenda-tenda terpal itu juga sudah ada yang persiapkan," ungkapnya.


Sementara Yuliana mengaku warga Cengkareng ketika malam tadi melintas di jalan Tubagus Angke tempat para pelacur mangkal, dia prihatin melihat kondisi itu.


"Kena apa pihak Pemerintah Kota Jakarta Barat membiarkan para pelacur tersebut mangkal di pertamanan kota dan berbuat mesum disebuah tenda terpal yang menderet di area taman masih dalam bulan puasa," ungkap Yuliana. 


Masalah memalukan ini, lanjut Yuliana, Pemkot Jakarta Barat seharusnya bertindak menertibkan apa lagi mereka (pelacur) tersebut terang-terangan berbuat mesum ditempat terbuka.


"Diskotik, panti pijat jelas tempat tertutup diharuskan menutup sementara usahanya karena menghargai bulan suci ramadan. Sedangkan para pelacur mangkal dan berbuat mesum di area taman malah dibiarkan," ujarnya.

(Red)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM