Home » » Warga Apartemen Mediterena Palace Kemayoran Tolak Kepengurusan Khairil Poloan

Warga Apartemen Mediterena Palace Kemayoran Tolak Kepengurusan Khairil Poloan

Ditulis oleh : Unknown pada Selasa, 14 Mei 2019 | 00.30

Warga Apartemen Mediterena Palace Kemayoran Tolak Kepengurusan Khairil Poloan


Maraknya klaim sepihak tentang pengurusan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Mediterina Palace Kemayoran terutama oleh kubu Khairil Poloan menuai protes waga Apartemen Mediterina Palace Kemayoran, mereka menilai klaim sepihak yang dilakukan oleh P3SRS menimbulkan kegaduhan dan ketidaknyamanan penghuni.

Ibu Serly dan beberapa warga lainnya misalnya mengeluhkan banyakanya beredar selebaran gelap di unit-unit warga yang mengatasnakan kepengurusan P3SRS terterntu.

" selama ini jika ada informasi buat warga dari P3SRS ada cara atau ketentuan untuk menyampaikan info tersebut misalnya lewat mading atau media resmi lainnya saat ini kok lucu kami warga tiap pagi menemukan selebaran entah datang darimana yang isinya pemberitahuan diselipkan dikolong pintu unit kami, prilaku seperti ini cukup mengganggu kenyamanan kami sebagai penghuni," ujarnya pada awak media  (13/5).

 Senada dengan Serly,  Bagus SH salah seorang penghuni Apartemen Mediterina Palace Kemayoran menyatakan bahawa dirinya selama ini cukup nyaman dengan kinerja badan pengelola bahakan perihal pembayaran iuran bulanan dirinya dan mayoritas warga apartemen lebih percaya pada badan pengelola .

" Dibanding pihak yang mengklaim sah saya dan mayoritas masyarakat lebih percaya pada badan pengelola baik dalam melakukan pembayaran maupun mempercayakan perawatan lingkungan tempat tinggal kami, saya berharap atas konflik ini para pihak bisa menyelelesaikan secara hukum saya menyesal aparat keamanan kemarin cenderung membelah pihak yang kami nilai salah," ujar Bagus.

Bagus menanmbahkan, pihaknya sebagai warga yang cukup faham aturan hukum berharap pemda DKI tidak gegabah dalam mengambil langkah jangan sampai dimanufulasi oleh para pihak yang nyata-nyata tidak disukai warga.

" belum apa-apa saja mereka sudah teriak-teriak sah padahal Cuma berbekal suarat pencatatat dari disperum bukan SK Gubernur DKI Jakarata, itupun kita ngk tau surat disperum itu bener apa ngk, intinya kami warga disini mayoritas menolak mereka," tegas Bagus.


 

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM