Home » » Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual dan Wakil Ketua AKHKI Ditunjuk Sebagai Saksi Ahli Hak Kekayaan Intelektual Kasus Gugatan Pembatalan Merek Terdaftar

Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual dan Wakil Ketua AKHKI Ditunjuk Sebagai Saksi Ahli Hak Kekayaan Intelektual Kasus Gugatan Pembatalan Merek Terdaftar

Ditulis oleh : Unknown pada Kamis, 08 Agustus 2019 | 17.01

Bidikfakta.com- Jakarta- Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual dan Wakil Ketua Asosiasi Konsultan HKI Indonesia (AKHKI) ditunjuk sebagai Saksi Ahli Hak Kekayaan Intelektual (HKI) khususnya perkara gugatan Pembatalan Merek Terdaftar suatu perkara dalam persidangan di kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam Perkara No. 20/Pdt.Sus.Merek/ 2019/PN.Niaga. Jkt.Pst, Kamis, (8/8/2019). 

Dalam hal ini selaku Penggugat adalah PT.KS dan Tergugat antara lain Ir. GKT (TERGUGAT I) dan Kementerian Hukum dan HAM RI, Ditjen Kekayaan Intelektual, Direktorat Merek (TERGUGAT II)

Perlu diketahui Kedudukan Penggugat adalah BUMN yang didirikan oleh Pemerintah yang bergerak dalam bidang Industri Baja terpadu terbesar di Indonesia, dan dalam berbagai Kesempatan PENGGUGAT selalu memperkenalkan nama perusahaannya dan memberikan tanda pada setiap produknya dengan label/ Merek "KS'  baik di media cetak maupun elektronik, sehingga masyarakat Indonesia sangat akrab dengan nama dan label "KS".

Namun demikan, ternyata diketahui terdapat merek yang menurut PENGGUGAT memiliki 
kesamaan/ Similaritas dengan merek milik PENGGUGAT, terdaftar pada tanggal 5 Mei 2014, 
dengan penamaan "KSTY" No. Daftar IDM00412957 untuk barang yang sejenis dengan merek PENGGUGAT yang telah terdaftar lebih dahulu, baik mengenai bentuk, cara penempatan, cara penulisan, kombinasi ataupun persamaan bunyi ucapannya, sebagaimana dimaksud Pasal 21 ayat (1) dan ayat (3) huruf b Undang-undang Merek No. 20 Tahun 2016, oleh karenanya PENGGUGAT menuntut pembatalan merek "KSTY" milik TERGUGAT tersebut, berdasarkan Pasal 76 ayat (1) UU Merek No. 20 Tahun 2016 atas dasar adanya itikad baik dari TERGUGAT."

Menurut Suyud selaku Ahli dalam kasus tersebut mengatakan "Dengan telah terdaftarnya merek "KSTY" pada 05 Mei 2014, nomor: IDM000412957 untuk melindungi jenis barang dalam Kelas 06, maka secara hukum TERGUGAT telah mempunyai hak eksklusif (exclusive rights) yang diberikan negara untuk menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada pihak lain untuk menggunakannya selama jangka waktu perlindungannya (vide Pasal 1 angka (5) UU No. 20 Tahun 2016).

"Dengan demikian tidak berlandaskan hukum apabila PENGGUGAT "menggabungkan" dengan juga melakukan Gugatan Ganti rugi karena menggunakan merek "KSTY" tersebut, namun karena PENGGUGAT yang telah menggabungkan Gugatan pembatalan merek "KSTY" dengan gugatan ganti rugi menyebabkan gugatan PENGGUGAT menjadi tidak jelas atau kabur sehingga seharusnya gugatan PENGGUGAT ditolak atau sekurang-kurangnya gugatan PENGGUGAT tidak dapat diterima",ujar Suyud saat diwawancarai oleh awak media usai sidang.

"Karena untuk melihat apakah diantara kedua merek yang dipersengketakan tersebut mempunyai unsur persamaan pada pokoknya harus dilihat secara keseluruhan dengan melihat kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur dominan antara KSTY dengan merek KS, baik persamaan bentuk, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi unsur maupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam merek yang diperbandingkan tersebut (vide penjelasan Pasal 21 ayat (1) UU No.20 Tahun 2016); selain itu apabila dicermati dari segi bentuk penulisan, cara penempatan, cara penulisan atau kombinasi unsur-unsur maupun persamaan bunyi ucapan antara merek KSTY dan merek KS adalah berbeda dan tidak mempunyai persamaan pada pokoknya",pungkas Suyud.
(Red)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM