Home » » Pemkot Tasikmalaya Gelar Workshop Pengolahan Limbah Cair Bagi Pengerajin Batik

Pemkot Tasikmalaya Gelar Workshop Pengolahan Limbah Cair Bagi Pengerajin Batik

Ditulis oleh : Unknown pada Kamis, 08 Agustus 2019 | 03.19

Kelompok Keilmuan Fisiologi dan Sains Biamedik SITH Institut Tekhnologi Bandung Bersama Pemkot Tasikmalaya Gelar Workshop Pengolahan Limbah Cair Bagi Pengrajin Batik

kota Tasikmalaya, bidikfakta.com

Pemerintah Kota Tasikmalaya bekerjasama dengan Kelompok Keilmuan Fisiologi dan Sains Biamedik SITH Institut Tekhnologi Bandung bersama perwakilan pengusaha dan pengrajin batik  mengadakan Workshop Pengolahan Limbah Cair Batik Berbasis Sumber Daya Hayati Lokal yang bertempat  di Outlet Batik Tasik Jl. Cigereung, Rabu (07/08/2019).

Ahmad Ridwan Ketua Kelompok dari Institut Tehknoligi Bandung mengatakan Limbah Batik tidak bisa langsung ke lingkungan, dari hasil penelitiannya di Laboratorium Limbah Batik masih mengandung yang sifatnya toksit, sebelum dibuang ke Sungai sangat dianjurkan untuk dinetralkan dulu baru limbah itu bisa dilepas kelingkungan."Ujar Ahmad Ridwan

Ahmad Ridwan menambahkan Kalau tidak dinetralisir dulu akan sangat berdampak ke lingkungan, kehidupan yang ada di Air akan dipengaruhi limbah nantinya akan bisa berdampak kepada pengguna Air itu, cara yang akan dipraktekan kepada para pengrajin batik ini merupakan pemanfaatan potensi lokal. Tidak usah mahal mahal yang penting sesuai SOP dilakukan, sehingga limbahnya nanti tidak akan berbahaya."Tandasnya.

Sambung Ahmad Ridwan, disini akan diberikan pelatihan cara membuat Alat pengolahan limba. Tidak susah karena dibuatnya dari bahan yang ada disekitar kita, mudah dicari dan didapatkan fungsinya akan efektif. Nantinya batik maju dan lingkungan akan terjaga."Pungkasnya

Hal Senada diungkapkan.Sekretaris Diskoperindag D.Danawiarsa Mengatakan pemerintah Kota Tasikmalaya sangat mengapresiasi kepada Tim dari ITB yang bisa memberikan pelatihan Tata Cara membuang Limbah Batik agar Bisa aman terhadap lingkungan mudah mudahan bisa berlanjut terus."Ujarnya

D.Danawiarsa menambahkan para pengrajin Memang sejauh ini sudah menggunakan ipal atau sistem penyulingan, namun melalui Workshop ini merupakan upaya untuk mengingatkan kepada semua pengusaha batik untuk tetap menjaga lingkungan."Pungkas D.Danawiarsa.

DEDE .KH

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM