Home » » Aksi Nekat Dua Warga, Adukan Surat Pencemaran Pabrik Ke Presiden Jokowi dapat Tanggapan

Aksi Nekat Dua Warga, Adukan Surat Pencemaran Pabrik Ke Presiden Jokowi dapat Tanggapan

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 01 September 2019 | 16.18

Aksi Nekat Dua Warga, Adukan Surat Pencemaran Pabrik Ke Presiden Jokowi dapat Tanggapan



Aksi nekat Asep Harso Tarmungkas 39 thn dan Maman 50 thn, warga Punduhsari, Tempuran, Kabupaten Magelang dua warga yang menyerahkan surat langsung kepada Presiden Jokowi usai usai menjalankan sholat Jumat di Masjid Agung An-Nuur Sawitan, Kabupaten Magelang pada Jumat (30/8/2019) langsung mendapat respon dari pemerintah.

Menurut Asep ketika ditemui media pada Minggu (1/9/2019) di salah satu Rumah Makan di tempuran menuturkan, jika dirinya dan warga setempat didatangi tamu yang menurut Asep dari Bareskrim Polri.

Dua petugas tersebut kata asep utusan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diantaranya AKP Sugiharto dan Iptu Wahyu.H.

" Setelah penyerahan surat keluhan warga ke Pak Jokowi, terkait pencemaran udara dan bau menyengat, bau busuk dan sangat menganggu warga yang ditimbulkan dari operasional PT Sidoangung Flam, selanjutnya datang utusan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diantaranya AKP Sugiharto dan Iptu Wahyu.H.untuk menindak lanjuti perintah Presiden Jokowi," kata Asep, Minggu (1/9/2019)

Perlu di ketahui, sebelumnya Asep mengaku pernah juga melayangkan surat dengan keluhan kepada DPRD dan Bupati Magelang pada tanggal 22 Agustus. Namun hingga hari ini belum ada penyelesaian terkait persoalan itu," imbuhnya.

Sebelum penyerahan terjadi, awalnya keduanya sebenarnya hendak ke kantor Pemkab Magelang untuk menjemput saudaranya yang baru saja pulang ibadah haji. Namun ketika mendengar informasi ada Jokowi menjalankan sholat Jumat di Masjid Agung An-Nuur yang tak jauh dari Pemkab Magelang, keduanya lalu berinisiatif menyerahkan surat itu ke Presiden. 

"Awalnya saya sama Pak Maman hendak jemput haji, kok mendengar ada Pak Jokowi datang ke Masjid An-Nuur di Mungkid, saya langsung masuk masjid bersama jemaah lain kemudian merangsek guna menemui presiden untuk menyerahkan keluhan warga yang terdampak sudah tanda tangan sekiitar 700 warga serta dari Puskesmas yang juga turut menandatangi surat keluhan juga terdampak bau yang timbul karena letaknya 200 meter dari pabrik," ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menagatakan, sebagai warga negara Indonesia yang terdampak pingin mendapatkan hak yang sama menghirup udara segar. Kita sudah melakukan pelaporan pada instansi terkait tapi belum ditindaklanjuti, maka saya berpikir kalau ketemu dengan Bapak Jokowi, mudah-mudahan dari rakyat, dari kami bisa cepat ditindaklanjuti," terangnya.

Sementara saat itu kepada keduanya, Presiden hanya memberikan pernyataan singkat. 

"Pak Jokowi tadi langsung menerima dan mengatakan 'Saya terima suratnya'. Kemudian surat itu langsung diberikan kepada ajudan berliau, alhamdulillah sudah datang utusan untuk membantu penyelesaian keluhan warga dan akan menyelidiki kebenaran isi surat tersebut (surat keluhan warga yang diserahkan Jokowi)," ujarnya.

sementara, Asrof Nawawi Dirut Operasional PT yang dimaksud ketika di konfermasi melalui Komunikasi WatshApp terkait surat aduan yang disampaikan warga punduh kepada Jokowi usai penyerahan, belum memberikan tanggapan. 

Hadir dalam pertemuan dengan Utusan Kapolri, AKP Sugiharto dan Iptu Wahyu.H., Asep Harso Tarmungkas, Maman, Saksi warga Bapak Agus Rt 10, Bapak Nur Rohman (Pak RT 10),Bapak Kadus Punduh Mahrom, Kapolsek Tempuran AKP Buhrom, Babinkamtibmas.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM