Home » » Kepala Suku Di Wamena Yakin Perusuh Bukan Orang Asli

Kepala Suku Di Wamena Yakin Perusuh Bukan Orang Asli

Ditulis oleh : Unknown pada Minggu, 29 September 2019 | 07.34

Kepala Suku Di Wamena Yakin Perusuh Bukan Orang Asli 


Dari Hasil penyelidikan sekaligus pemetaan yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terungkap bahwa yang melakukan pembakaran dan tindak pidana kekerasan di Wamena, Jayawijaya bukan orang asli atau penduduk Lembah Baliem. 

Begitu perkembangan yang disampaikan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Minggu (29/9). 

"Pelaku pembakaran bukan penduduk asli Wamena (orang Lembah Baliem). Mereka  justru banyak membantu memberi perlindungan kepada para pendatang dengan mengamankan di rumah warga maupun gereja," terang Dedi. 

Bahkan, tekan Dedi, kepala suku Lembah Baliem (Wamena) Agus Hubi Lapago secara khusus meminta para pendatang untuk tidak mengungsi karena sangat yakin masyarakat asli Wamena sangat mencintai masyarakat Papua pendatang 

"Karena mereka yakin para perusuh adalah kelompok diluar Wamena," ujarnya. 

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini meluruskan, bahwa sasaran kekerasan tidak hanya ditujukan kepada etnis tertentu saja yang tinggal disana. 

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, saat ini, jelas Dedi, aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan proses evakuasi bagi warga pendatang menggunakan berbagai moda transportasi termasuk pesawat Hercules ke beberapa kota di Papua antaralain ke Jayapura. 

Dari kesigapan aparat TNI dan Porli berhasil mengevakuasi 3.213 orang ke Kota Jayapura. 543 orang diantaranya masih berada di tempat-tempat pengungsian antara lain di Lanud Silas Papare 101 orang, Rindam Jayapura 104, YON 751 172 orang, Paguyuban Minang ada 106 orang dan di Mussalah Attaqwa ada 66 orang. 


"Polri menjamin keamanan di Wamena, tidak benar jika saat ini kondisi di Wamena tidak terkendali," demikian Dedi. 

Untuk itu, Dedi menambahkan, Polri mengajak semua suku yang ada di Papua untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Papua dengan terus meningkatkan rasa persaudaraan dan sebangsa sehingga tidak mudah diprovokasi oleh pihak luar yang menginginkan terjadinya perpecahan dan kerusuhan di bumi Cendrawasih.



(Sumber:Penmas)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Copyright © 2015. www.bidikfakta.com - All Rights Reserved •
HomeRedaksiPedoman Media SiberDisclaimer
Media Partner :INDIKASINEWS.COM